TUHANLAH RAJA KEKAL
Renungan Harian GKI Coyudan
Rabu, 27 November 2024
Bacaan: Wahyu 11:15-19
Tuhanlah Raja Kekal
Banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi raja atau pemimpin. Karena jika berhasil mereka akan menunjukkan dominasi mereka, keberhasilan mereka, dan kemudian mendapatkan hak istimewa juga otoritas. Dengan status raja atau pemimpin juga akan membuat orang-orang ini merasa tidak ada yang menandingi mereka. Apalagi di jaman dulu, orang-orang menganggap raja atau kaisar sebagai Tuhan. Namun saat ini kita akan melihat bagaimana Tuhan sendirilah yang membuktikan bahwa Ia layak menjadi Raja atas segala raja, dan takhta-Nya kekal selamanya.
Sangkakala ketujuh akhirnya ditiup. Hal ini menjadi satu peneguhan atas takhta kerajaan kekal Tuhan (ay. 15). Lebih lagi kedua puluh empat tua-tua menegaskan takhta Tuhan tersebut dengan tersungkur dan menyembah Tuhan (ay. 16-17). Tuhan sungguhlah Raja dan Ia berkuasa atas segala sesuatu. Penggambaran takjub dan ketundukan dihadapan Tuhan ini juga menunjukkan betapa besar kuasa Tuhan bahkan atas bumi ini.
Tetapi memang yang namanya pemimpin ada saja orang-orang yang tidak menyukai. Ketika Tuhan meneguhkan takhta kekalnya, ada pula yang marah (ay. 18). Banyak orang-orang yang tidak mengakui otoritas Tuhan dalam hidupnya, dan banyak orang-orang yang tidak ingin Tuhan menjadi raja atas hidupnya. Orang-orang inilah yang marah ketika Tuhan meneguhkan takhta kekal-Nya. Tetapi kemarahan itu tidak sedikitpun meredam kuasa amarah Tuhan yang jauh lebih besar kepada orang-orang tersebut. Mereka akan memperoleh kebinasaan.
Ketika Bait Suci terbuka, ini menandakan bahwa Allah hadir dan menunjukkan diri-Nya (ay.19). Selain itu tabut perjanjian yang menjadi lambang keberadaan Tuhan pun menegaskan kehadiran-Nya. Dan kehadiran Tuhan disertai dengan kilat, gempa bumi dan hujan es yang deras juga menunjukkan kuasa-Nya yang besar. Tuhan sungguhlah raja yang berkuasa dan bertakhta untuk selama-lamanya.
Bukankah sudah seharusnya kita menjadikan Dia Raja dalam kehidupan kita? Bukankah kuasa-Nya yang besar itu tidak membuat kita gentar dan tunduk dihadapan-Nya. Marilah kita datang menjadi penyembah-Nya, dan sujud atas segala kuasa-Nya. Biarlah Dia bertakhta juga dalam kehidupan kita.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Proses jalannya pilkada
3. Persiapan rangkaian kebaktian natal
4. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen