TUHAN ADA DI BALIK KESUKSESAN

  •  Johanis Melsasail
  •  

Ulangan 9:4-6

Beberapa orang ketika berada pada puncak kesuksesan, sering diserang dengan "virus" kesombongan. Mereka menganggap bahwa kesuksesan itu karena hasil kerja kerasnya saja. Mereka mengesampingkan peran orang lain dan bahkan Tuhan dalam kesuksesannya itu. Kita tentu masih ingat bagaimana kesom- bongan dari sang pembuat kapal Titanic tahun 1912. Dengan bangganya, ia mengatakan bahwa Tuhan pun tidak akan mampu menenggelamkan kapal terbaik dan terkuat di jagad ini. Namun, kita tentu juga tahu bagaimana kisah selanjutnya. Hanya karena menabrak gunung es, kapal tersebut tenggelam dan menelan banyak korban jiwa.

Dalam nasihatnya kepada bangsa Israel, Musa juga mengingatkan mereka. la mengatakan jika Israel telah menempati tanah perjanjian, janganlah mengatakan bahwa itu karena jasa- jasanya. Bukan pula karena Israel telah benar di hadapan Tuhan. Keberhasilan Israel untuk menduduki negeri yang dijanjikan hanya karena anugerah Tuhan saja. Tuhan melakukannya karena Tuhan ingin menegur bangsa Kanaan yang telah jahat di mata-Nya. Tuhan memberikan tanah perjanjian kepada Israel, semata karena ia ingin menggenapi janji-Nya kepada nenek moyang orang Israel, Abraham, Ishak dan Yakub. Israel harus sadar bahwa mereka adalah bangsa yang tegar tengkuk. Dan kalau Allah membuat mereka dapat menduduki negeri yang dijanjikan, itu semata karena kasih-Nya.

Semangat dan kerja keras untuk mencapai kesuksesan adalah sebuah keharusan dalam perjalanan hidup yang Tuhan anugerahkan bagi kita. Sebab dalam kesuksesan yang diraih, kita mungkin dapat berbuat lebih banyak lagi bagi orang lain. Namun, jangan biarkan kebanggaan diri menguasai kita sehingga kita me- nyombongkan diri. Tetaplah rendah hati dan mengatakan bahwa ada Tuhan dibalik kesuksesan kita.


Pokok Doa:

1. Jemaat yang berduka.

2. Semua pergumulan Jemaat

3. Penatalayanan GKI Coyudan.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.