TUBUH ROHANI

  •  Sujud Swastoko
  •  


1 Korintus 15:35-49

”Demikian pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Tubuh yang ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan; Yang ditaburkan adalah tubuh alami, yang dibangkitkan adalah tubuh rohani.” (ay.42, 44)

Kita baru saja merayakan Paska, yaitu kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Yesus tidak akan mati lagi, karena Dia dengan tubuh kebangkitan-Nya telah naik ke sorga. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang percaya? Apakah mereka juga akan dibangkitkan seperti Kristus?

Memang banyak pertanyaan yang muncul di seputar kebangkitan orang mati. Kita sendiri, orang GKI, mengakui adanya kebangkitan orang mati. Setiap ibadah Minggu, kita selalu mengikrarkan Pengakuan Iman Rasuli yang di dalamnya menyebutkan pengakuan atas “kebangkitan orang mati, dan hidup yang kekal.” 

Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus berusaha menjawab pertanyaan orang yang meragukan adanya kebangkitan orang mati. ”Bagaimana orang mati dibangkitkan? Dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?”

Paulus menjelaskan bahwa orang yang mati di dunia, yang mati adalah raganya atau tubuh jasmanai (duniawi) yang terbuat dari debu tanah. Namun, Allah akan membangkitkan manusia yang raganya telah mati tersebut dengan tubuh baru yang tidak akan mati lagi, yaitu tubuh rohani. Seperti Kristus, Dia telah bangkit dan tidak akan mati lagi. Maka, orang pecaya juga akan dibangkitkan dan mendapat tubuh baru yang tidak akan mati, yaitu tubuh rohani.

Tubuh rohani ini akan ada setelah ada tubuh alami (duniawi). ”Tetapi, yang mula-mula datang bukanlah yang rohani, tetapi yang alami; kemudian barulah datang yang rohani.” (ay.46). “Sama seperti kita telah memakai rupa dia (Adam) yang dari debu, demikian pula kita akan memakai rupa Dia (Kristus) yang surgawi.” (ay.49)

Jadi, saat ini kita memiliki tubuh jasmani atau tubuh duniawi. Saat tubuh kita mati, Allah akan membangkitkan kita dengan tubuh baru yang tidak akan mati lagi. Kita akan berada dalam Kerajaan Surga dan masih saling mengenal seperti saat berada di dunia. 

Dalam Injil Matius 8:11, Tuhan Yesus mengatakan: ”Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama Abraham, Ishak, dan Yakub di dalam Kerajaan Surga.” Jadi, nabi dan leluhur saling mengenal dalam pesta surgawi, demikian juga orang yang diselamatkan di seluruh dunia.

Dengan meyakini adanya kebangkitan orang mati dan kehidupan yang kekal bersama Bapa di surga sesudah kematian jasmani, maka kita tidak perlu takut dalam menjalani kehidupan ini, selama kita taat dan setia kepada Allah. 

Oleh karena itu, marilah kita terus memelihara hidup dengan baik. Selama masih di dunia ini, kita harus memelihara kehidupan kita dan merawat tubuh jasmani pemberitan Tuhan ini, dan saatnya kita juga merelakan untuk meninggalkan tubuh jasmani ini untuk mendapatkan tubuh baru untuk memasuki kehidupan kekal. Kiranya Tuhan menolong kita. Amin.

Pokok Doa
1. Jemaat yang sedang sakit dan memiliki persoalan berat.
2. Keamanan dan ketentraman Kota Solo Raya menjelang Lebaran.

Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.