TOPANGAN TUHAN
Renungan Harian GKI Coyudan
Senin, 29 Juli 2024
Bacaan: Filipi 4:11-13
Topangan Tuhan
Suatu hari saya sedang memarkirkan mobil di sebuah tempat. Namun, tempat itu cukup miring sehingga mobil saya harus diberikan sebuah batu topangan agar tidak mundur dengan sendirinya. Batu topangam ynag diberikan tentu batu yang cukup besar agar dapat menahan berat mobil saya, dan batu ini juga haruslah batu yang kokoh. Berbicara tentang batu topangan, di dalam hidup ini kita tentu membutuhkan sebuah batu topangan di saat kita terpuruk.
Rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat di Filipi begitu menunjukkan rasa syukurnya. Jemaat di Filipi begitu merasa terberkati oleh pelayanan Paulus, sehingga mereka mengirimkan beberapa persembahan kepada Paulus. Sekalipun demikian, Rasul Paulus meresponi hal tersebut dengan sebuah pelajaran yang sangat berharga.
Rasul Paulus menghargai pemberian yang diberikan oleh jemaat di Filipi, tetapi kemudian menjelaskan tentang sumber topangan yang dimilikinya. Rasul Paulus berkata bahwa ia telah belajar untuk mencukupkan diri (ay. 11). Namun bukan hanya itu saja, Paulus juga berkata bahwa ia tahu atau pernah berada dalam kondisi kelimpahan maupun kekurangan (ay. 12). Tidak dapat dipungkiri, dulu Rasul Paulus adalah seorang Yahudi yang sangat terkenal senang menyiksa orang Kristen, dan mungkin hidupnya cukup disegani. Tetapi setelah ia melayani Yesus, ia harus mencukupkan dirinya dengan hasil penjualan tendanya sambil melayani jemaat-jemaat. Jadi apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus adalah sesuatu yang valid dan benar adanya.
Tetapi Rasul Paulus tidak berhenti sampai di situ saja. Sebab apa yang ia sampaikan ini bukan mengenai dirinya yang hebat dan kuat menanggung segala kondisi tersebut. Melainkan ada satu topangan yang begitu kuat yang menjadi pegangan Rasul Paulus, yaitu kekuatan Tuhan (ay. 13). Hal ini lah yang menjadi pelajaran berharga di akhir surat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi. Ia bersyukur untuk pemberian jemaat Filipi, tetapi ia mau menekankan bahwa segala kondisi kelimpahan dan kekurangan itu dapat dia lalui bukan hanya karena persembahan jemaat, melainkan dengan topangan kekuatan dari Tuhan.
Mari kita pun belajar untuk merasa cukup dengan topangan kekuatan Tuhan. Dalam setiap pergumulan kita, tentulah kita membutuhkan topangan kekuatan Tuhan. Kita tidak mampu sendiri, dan juga tidak dapat mengandalkan manusia. Sebab semua manusia terbatas dan tidak akan cukup kokoh menjadi batu topangan. Tetapi topangan Tuhan itulah yang pasti akan selalu kokoh dan aman agar kita dapat menghadapi pergumulan-pergumulan dalam hidup kita.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan HUT GKI Coyudan ke 76
3. Pergumulan jemaat yang sakit dna lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen