TETAPLAH PERCAYA

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Hakim-Hakim 2:7, 10-11

Bangsa Israel adalah gambaran nyata kehidupan umat manusia dalam dosa. Mereka dapat percaya kepada Tuhan hanya ketika mereka melihat dan merasakan sendiri kuasa Tuhan dalam perjalanan hidup mereka. Tetapi setelah generasi angkatan Yosua itu tidak ada lagi, dengan mudahnya hati umat bergeser pada kejahatan, dan segera berubah percaya mereka kepada TUHAN beralih hati kepada Baal. 

Hal itu terjadi karena kecenderungan manusia adalah percaya pada sesuatu yang mereka lihat dengan mata kepala sendiri ketika TUHAN melakukan perbuatan-perbuatan besar dalam kepemimpinan Yosua yang dapat merebut Tanah yang Tuhan Janjikan kepada umat-Nya. Tetapi ketika orang-orang yang mengenal perbuatan besar Tuhan sudah meninggal dan berganti dengan orang-orang yang tidak pernah melihat perbuatan besar Tuhan, umat kehilangan iman mereka kepada Tuhan dan beralih kepada Baal.

Iman yang bergantung pada ”melihat” perbuatan Allah adalah iman yang dangkal dan rapuh; iman yang mudah sekali digoyahkan oleh berbagai kenikmatan duniawi. Sebaliknya, iman yang tetap percaya dan berpegang pada TUHAN sekalipun tidak melihat justru adalah iman yang teguh dan kuat; iman yang tidak akan pernah kecewa akan keputusan dan perbuatan Tuhan sekalipun mungkin apa yang dialami tidak seperti yang diharapkan. 

Itulah sebabnya Tuhan Yesus dalam kebangkitan-Nya berkata para murid : ”Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes  20:29) , agar setiap kita sebagai orang-orang percaya, tidak mudah berubah hati dan berpaling dari Tuhan sekalipun mungkin kita tidak pernah melihat Yesus dengan mata kepala kita. Tetapi dengan percaya akan kebangkitan Yesus, justru kita akan melihat bahwa iman kita tidak akan berlalu dengan sia-sia, dan kita akan “melihat” dengan mata iman kita bagaimana Allah bekerja melampaui segala sesuatu yang kita pikirkan dan harapkan. Karena itu, tetaplah percaya kepada Tuhan sekalipun kita tidak melihat. Amin.

Pokok Doa :
1.    Berdoa untuk pelantikan Badan Pelayanan Jemaat (agar Tuhan menolong dan memampukan orang-orang yang terpilih dalam pelayanan BPJ; agar setiap orang setia dalam pelayanan dan tekun dalam melayani Tuhan) .
2.    Berdoa untuk karyawan gereja dan keluarga mereka (diberkati dengan kerukunan dan kecukupan dalam segala hal) .

Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.