TETAP SETIA
Kisah Para Rasul 7:55-60
7:55 Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. 7:56 Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." 7:57 Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. 7:58 Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. 7:59 Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” 7:60 Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.
Mungkin kita sudah tidak asing dengan kata martir. Di dalam bahasa Yunani, kata yang digunakan sebagai istilah martir adalah martus yang berarti saksi. Jadi, martir adalah sebutan bagi mereka yang rela menderita untuk mempertahankan iman kepercayaannya kepada Tuhan meskipun tahu bahwa akibat terburuk yang dapat dialaminya adalah kematian.
Bacaan kita pada hari ini berbicara tentang salah satu tokoh martir yang tercatat di dalam Alkitab, yaitu Stefanus. Ia adalah orang yang baik, penuh dengan Roh Kudus, berhikmat, dan beriman. Karena mempertahankan imannya kepada Tuhan Yesus, ia menjadi menderita. Ia diperhadapkan dengan berbagai fitnah dan tantangan.
Akan tetapi, penderitaan yang dialaminya tidak membuat iman Stefanus luntur. Ia tetap maju tak gentar untuk memperjuangkan kebenaran. Ia tetap teguh menjadi saksi Kristus di tengah penganiayaan yang dialaminya. Saat ia mempertahankan imannya menjadi saksi Kristus, Tuhan Yesus menguatkannya melalui penglihatan yang diterima Stefanus. Hingga akhirnya sebelum ajal menjemput, Stefanus mampu untuk mengampuni orang-orang yang membuatnya menderita.
Jemaat Tuhan yang terkasih, bacaan kita pada hari ini mengajak kita untuk meneladani hidup Stefanus. Ia tetap setia mempertahankan iman dan kepercayaannya kepada Tuhan Yesus. Pusatnya itu bukan soal mati syahidnya, tetapi bagaimana kita tetap memperjuangkan kebenaran dan mempertahankan iman percaya kita kepada Tuhan walaupun rintangan datang silih berganti, bahkan kematian bisa jadi ganjarannya.
Kenapa kita harus setia kepada Tuhan Yesus? Karena Tuhan Yesus telah menunjukkan kesetiaan-Nya terlebih dahulu, dengan rela mati di atas kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Salib menjadi saksi kasih setia yang telah Tuhan Yesus nyatakan kepada kita. Oleh sebab itu, mari kita juga tunjukkan kesetiaan kita melalui perbuatan, pikiran, serta tutur kata yang Tuhan Yesus kehendaki di dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin.
Pokok Doa
1. Pergumulan jemaat yang sakit dan berduka.
2. Rangkaian kegiatan Bulan Musik di GKI Coyudan.
3. Persiapan ulang tahun ke-75 GKI Coyudan.
4. Persiapan Bulan Misi di GKI Coyudan.
5. Bangsa dan Negara Indonesia yang hendak merayakan Hari Kemerdekaan ke-78 tahun.
Yohana Jessica