JANGAN GELISAH HATIMU
Renungan Harian GKI Coyudan
Sabtu, 9 Mei 2026
Bacaan: Yohanes 14:27-29
Jangan Gelisah Hatimu
Kegelisahan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Bahkan orang-orang yang terlihat begitu menikmati hidup pun, tentu memiliki kegelisahan. Rasanya dapat dikatakan bahwa perasaan gelisah adalah hal yang wajar bagi manusia. Sebagai orang percaya sebenarnya rasa gelisah bukanlah buruk, hanya saja bagaimana kita mengelola perasaan tersebut. Apakah kita meresponi kegelisahan itu dengan tindakan-tindakan yang justru tidak sesuai kehendak Tuhan? Atau kita percayakan pada Tuhan?
Dalam pesan-pesan terakhir Yesus kepada murid-murid-Nya, Ia menghibur dan menguatkan murid-murid dengan berkata "jangan gelisah hatimu." Bukan berarti tidak boleh gelisah, tetapi Yesus justru mengkonfirmasi bahwa perasaan gelisah itu memang ada. Tetapi yang Yesus ingin sampaikan adalah bagaimana kita meresponi kegelisahan itu. Alih-alih membiarkan perasaan tersebut, Yesus mengingatkan murid-murid bahwa Dia akan pergi kepada Bapa, yang lebih besar dari Dia. Bukan Yesus lebih kecil status atau posisinya, tetapi ini untuk menunjukkan bahwa Allah Bapa itu sangat berkuasa. Selain itu Yesus dalam perikop sebelumnya juga sudah menjelaskan bahwa siapa yang melihat Yesus, juga telah melihat Bapa. Maka penghiburan yang Yesus ingin sampaikan adalah bahwa Allah itu berkuasa.
Selain itu janji Yesus akan kedatangan-Nya kembali seharusnya membuat murid-murid tidak membiarkan diri mereka dalam kegelisahan. Perkataan Yesus tentang "damai sejahtera" yang ditinggalkan bagi murid-murid menjadi sebuah penghiburan sekaligus merujuk pada kedatangannya ketika Ia bangkit dari maut. Ketika Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada murid-murid yang pada waktu itu sedang ketakutan dan gelisah, Ia muncul di tengah-tengah mereka dan berkata "damai sejahtera bagimu." Hal ini bagaikan janji yang sudah ditepati.
Tetapi lebih daripada itu, janji Yesus akan kedatangan-Nya bukan hanya ketika Ia bangkit, melainkan ketika Ia naik ke sorga. Yesus berjanji akan menyertai setiap murid-murid dan melalui Roh Kudus juga menguatkan setiap mereka. Demikian sampai pada hari ini, Roh Kudus terus menyertai setiap pengikut-Nya. Setiap orang yang percaya akan dituntun, ditolong dan juga dihibur oleh Roh Kudus. Juga terus diingatkan tentang janji Yesus yang membawa pengharapan bagi semua orang percaya. Inilah penghiburan terbesar itu, bahwa Yesus adalah Tuhan yang berkuasa, dan Ia akan datang kembali membawa kita pada hidup kekal.
Sekali lagi, perasaan gelisah tidak mudah untuk dihilangkan. Bahkan masalah dan penderitaan akan selalu ada. Tetapi di dalam kegelisahan itu, apa yang menjadi respon kita? Apakah kita akan membiarkan kegelisahan itu sehingga kita meragukan kuasa Tuhan? Atau kita mau tetap percaya sekalipun di dalam kegelisahan, Tuhan tetap memegang janji-Nya, menolong, menopang, dan menghibur kita sampai nanti Ia datang kembali untuk membawa kita pada hidup yang kekal tersebut? Biarlah kasih dan penyertaan Tuhan, selalu menyertai kita. Kiranya pengharapan damai sejahtera dari Tuhan selalu menopang kita untuk terus bertahan, setia, mengikut Dia.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan kebaktian kenaikan Tuhan Yesus dan Pentakosta
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen