TETAP PERCAYA MESKI BELUM MELIHAT
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Bacaan: Ibrani 11:32-40
“Namun, mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun telah diberi kesaksian yang baik tentang mereka karena iman. Sebab, Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita.” (Ay.39-40a).
Tetap Percaya Meski Belum Melihat
Kadang kita berharap hidup beriman itu selalu disertai hasil yang bisa dilihat sekarang. Kita ingin doa yang cepat terjawab, masalah yang segera selesai, dan jalan yang langsung dibukakan. Tapi ketika membaca Ibrani 11:32-40, kita diajak melihat kenyataan bahwa perjalanan iman orang percaya tidak selalu diiringi dengan akhir yang manis di dunia ini. Ada yang menaklukkan kerajaan, memadamkan api, dan mengalami kemenangan luar biasa. Namun ada juga yang disiksa, dianiaya, bahkan mati tanpa menerima apa yang dijanjikan oleh dunia.
Bagian ini membuat kita berhenti sejenak dan bertanya dalam hati: apakah iman saya hanya bertahan ketika semuanya tampak baik? Atau saya tetap percaya meski Tuhan belum menunjukkan jawaban yang saya harapkan? Penulis Ibrani ingin membuka mata kita bahwa iman sejati tidak bergantung pada apa yang kita lihat, tapi pada siapa yang kita percayai. Mereka yang disebut dalam bacaan ini (Gideon, Daud, Samuel, dll.) bertahan bukan karena mereka kuat, melainkan karena mereka tahu ada sesuatu yang lebih besar daripada situasi yang mereka alami.
Ada kalimat yang menyentuh di bagian akhir. Dikatakan bahwa Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita, sehingga mereka tidak mencapai kesempurnaan tanpa kita. Artinya, rencana Tuhan jauh lebih luas dari apa yang bisa kita pahami. Dia bekerja melewati batas waktu, melewati hidup satu orang, bahkan melewati generasi. Kadang kita hanya melihat satu potongan kecil. Tuhan memegang keseluruhannya.
Ketika kita berada dalam masa penantian yang panjang, atau situasi yang seolah tidak berubah, bagian ini menolong kita untuk tidak menyerah. Kita belajar bahwa nilai iman bukan terletak pada hasil duniawi, tetapi pada kesetiaan kepada Tuhan. Iman itu seperti menjejakkan kaki pada tanah yang belum kelihatan, tapi kita tahu pondasinya kuat. Iman membawa kita melangkah, bukan karena kita tahu persis apa yang akan terjadi, melainkan karena kita percaya Tuhan tidak akan meninggalkan kita.
Hari ini, apa pun yang sedang kita gumulkan, biarlah ayat-ayat ini mengingatkan bahwa kita sedang berjalan bersama Tuhan yang sudah memegang akhir cerita. Mungkin belum ada jawaban, mungkin belum ada perubahan, tapi itu bukan berarti Tuhan diam. Dia sedang menuntun, sedang membentuk, sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih baik. Tetaplah percaya meski belum melihat. Tuhan tetap setia.
Amin.
Pokok Doa:
1. Pelayanan Gereja yang berdampak di tengah dunia dalam masa penantian.
2. Krisisnya kesadaran akan pentingnya relasi yang setara antara seluruh ciptaan (manusia dan alam).
3. Orang yang sakit, lemah, dan tertindas; terkhususnya mereka yang terdampak bencana.
Johan Chandradinata