TETAP MEMBERI PENGHARAPAN

  •  Sujud Swastoko
  •  

Tetap Memberi Pengharapan

Kisah Para Rasul 27:20-25


”Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari kesukaran dan kerugian ini! Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.” (ay.21,22)


Pada saat kita mengingatkan rombongan tentang bahaya yang menghadang jika tetap meneruskan perjalanan, dan peringatan kita ternyata tidak digubris, hingga akhirnya bahaya tersebut memang benar-benar muncul dan mengancam nyawa kita, bagaimana kita bersikap?


Ada yang merespon, “Kan sudah saya bilang, jangan lanjut! Ngeyel sih, sekarang kita dalam bahaya dan kita akan mati di sini!” Kalimat tersebut dilanjutkan dengan kata-kata yang membuat orang yang mendengarnya patah semangat, menyesali diri, dan akhirnya menyerah putus asa.


Rasul Paulus saat dalam perjalanan dengan kapal menuju Roma, karena ia akan diadili di Roma, juga mengalami hal yang patut disesalkan. Paulus melihat bahwa perjalanan tersebut jika dilanjutkan akan menghadapi bahaya besar dan bisa menghilangkan nyawa. Mereka akan berhadapan dengan angin badai yang besar. Karena itu ia menasihati agar perjalanan ditunda. Namun, perwira di kapal ternyata lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda, sehingga kapal tetap berlayar, dan akhirnya kapal diterjang angin badai hingga kandas.


Setelah beberapa hari, ”akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.”  Dalam kondisi seperti itu, Paulus tidak menyalahkan keputusan perwira yang salah, tetapi dia mengatakan, ”Aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.” Paulus tetap memberikan pengharapan di tengah bahaya dan kesulitan yang mengancam. Dia menyampaikan bahwa Tuhan akan menolong mereka.


Sikap Paulus tersebut menunjukkan betapa dalam kesulitan dan bahaya, kita harus tetap memberikan pengharapan dan percaya pada pertolongan Allah. Walupun kita sudah memberikan nasihat baik namun ditolak, hingga akhirnya persoalan besar itu benar-benar muncul, kita tidak boleh membuat orang putus asa. Kita harus tetap berdoa kepada Tuhan, minta hikmat Tuhan sehingga bisa keluar dari persoalan tersebut.


Hati orang percaya adalah hati yang sudah dipenuhi dengan Roh Kudus. Sehingga saat melihat orang lain dalam kesulitan karena sebenarnya salah mereka sendiri, namun kita tetap harus melihat dengan kasih, memberikan pengharapan agar orang tersebut memiliki semangat hidup, percaya kepada Tuhan, dan merasakan kuasa Tuhan atas perjalanan hidup mereka.


Sebagai pengikut Kristus, maka kita pun perlu meneladani sikap Paulus tersebut, dalam kondisi apa pun walaupun kadang membuat kita menderita, jangan sampai mengabaikan suara Tuhan untuk terus memberikan pengharapan bagi orang-orang yang berada dalam kesulitan dan kesukaran.


Kiranya Roh Kudus terus menolong kita sehingga kita menjadi terang di tengah kegelapan. Amin.


Pokok Doa

1. Kondisi ekonomi yang berat saat ini, Tuhan terus memberikan kekuatan dan jalan keluar.

2. Anak-anak yang sedang studi, diberikan kelancaran sehingga menyelesaikan studi dengan baik.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.