TELADAN SERUPA KRISTUS

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Bacaan: 1 Korintus 1:14-20


Apakah kita memiliki role model? Pernahkah kita memiliki keinginan untuk hidup sama seperti seorang yang kita idolakan? Banyak kisah orang-orang yang demi hidup sama seperti orang yang diidolakannya bahkan berusaha untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar agar bisa melakukan operasi plastik untuk memiliki wajah yang serupa dengan sang idola. Dan banyak hal lagi dilakukan agar sama seperti sang idola. Saat ini, kita akan membahas tentang bagaimana kita bisa hidup meneladani Kristus.

Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus setelah mendengar kabar tentang kehidupan jemaat Korintus. Banyak dari mereka yang sudah tidak lagi mengikuti ajaran Paulus dan justru lebih memilih untuk mengikuti ajaran-ajaran lain. Bahkan karena  konteks jemaat Korintus adalah jemaat yang beragam dan cukup banyak, akhirnya bisa membuat kubu-kubu atau kelompok-kelompok pengikut aliran tertentu (1Kor 1:12). Tetapi apakah Paulus menegor jemaat di Korintus hanya karena Paulus kehilangan pengikut? 

Ternyata inti dari tegoran Paulus bukanlah karena Paulus takut kehilangan pengikut. Dalam bacaan kita konteks perikop sedang berbicara mengenai beberapa orang terkesan menyombongkan diri karena masuk di dalam komunitas-komunitas tertentu. Misalnya saja beberapa orang menyombongkan diri karena mengikuti Paulus dan kemudian membanding-bandingkan diri dengan ajaran-ajaran lainnya.

Setelah itu Paulus menunjukkan betapa para rasul yang mengajar justru hidup lebih rendah dari jemaat. Fakta ini bukan untuk membuat jemaat menjadi minder, melainkan dengan tujuan agar jemaat ingat untuk kembali meneladani Paulus dalam hal meneladani Kristus. Paulus tidak sedang memerintahkan jemaat untuk hanya meneladani dia, melainkan meneladani Kristus. Sebab, Paulus berkata bahwa Timotius akan memperingatkan jemaat tentang hidup Paulus yang menuruti Kristus (ay. 17). Dengan konteks jemaat yang beragam dan saling meninggikan diri atas kelompok-kelompok ajaran yang mereka ikuti, Rasul Paulus ingin jemaat kembali menyadari bahwa hanya ada satu yang perlu diikuti dan diteladani yaitu Yesus Kristus.

Apakah kita juga telah memilih untuk meneladani Yesus Kristus? Ketika kita menjalani kehidupan ini sudahkah kita melakukan apa yang Yesus lakukan? Memikirkan apa yang Yesus pikirkan? Berkata-kata seperti apa yang diperkatakan oleh Yesus? Dan juga memiliki kerinduan yang sama seperti Yesus? Terlebih lagi apakah kita hanya sekadar meninggikan diri kita karena kita adalah orang Kristen yang beroleh keselamatan? Ataukah kita meninggikan Kristus Sang Pemberi keselamatan tersebut?

Janganlah kita terlena karena anugerah keselamatan yang diberikan kepada kita. Hal itu tidak seharusnya membuat kita melupakan Sang Pemberi anugerah itu sendiri. Dan sudah seharusnya setiap kita yang beroleh anugerah keselamatan dapat hidup seturut kehendak-Nya, serta menuruti teladan kehidupan-Nya di dalam dunia ini.

Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan penutupan bulan Anak pada hari minggu
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia

Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.