TELADAN RASA
Renungan Harian GKI Coyudan
Sabtu, 28 September 2024
Bacaan: Matius 5:13-16
Teladan Rasa
Ketika makanan hambar tentu terasa tidak enak. Maka diperlukan garam untuk menambahkan rasa pada makanan tersebut. Dan jika kita harus berjalan dalam kegelapan tentu kita tidak dapat melihat. Maka diperlukan terang untuk membuat kita dapat melihat dalam kegelapan tersebut. Kedua kondisi itu tentulah bukan yang kita harapkan. Demikian juga Tuhan tidak mengharapkan kondisi tersebut terjadi pada dunia.
Garam memiliki fungsi yang sangat banyak. Dengan fungsi-fungsi itu pula membuat garam menjadi salah satu kebutuhan yang sulit dilepaskan dari kehidupan manusia. Demikian juga dengan terang berfungsi untuk membuat mata kita dapat melihat dalam kegelapan. Dengan menggunakan analogi garam dan terang Yesus ingin menjelaskan bahwa demikianlah identitas kita sebagai orang percaya. Yesus berkata "kamu adalah" yang merujuk kepada suatu hakekat atau identitas dari seseorang.
Lebih dari pada itu Matius menulis perikop ini setelah Yesus membahas ucapan bahagia. Di situ Yesus menutup ucapan bahagia dengan berkata berbahagialah kamu jika karena Aku kamu dicela dan dihina dan difitnah (Mat 5:11). Memang ucapan bahagia Yesus selalu menimbulkan pertanyaan karena tidak sesuai standar dunia. Tetapi jika kita kembali melihat kepada identitas kita sebagai garam dan terang, itu berarti untuk menjadi berbeda kita juga akan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang-orang disekitar kita. Dengan demikian menjadi garam dan terang bukan hanya masalah berdampak atau tidak. Tetapi bagaimana kita bisa terus menjadi beda dengan dunia sekalipun kita mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan.
Selain itu Yesus juga menjelaskan lebih lagi bahwa menjadi terang berarti menjadi teladan. Yesus berkata "agar terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan percaya kepada Tuhan" (ay. 16). Menjadi terang yang menerangi kegelapan berarti juga menuntun orang lain untuk berjalan menuju dan menggunakan terang tersebut.
Garam dan terang adalah identitas setiap orang percaya. Kita tidak bisa menolak sebab Yesus sendiri yang mengatakannya. Pilihan kita adalah maukah kita berfungsi sesuai identitas kita atau tidak. Mari bukan hanya berdampak, melainkan bertahan sekalipun harus berbeda dan terus jadi teladan bagi orang-orang yang belum percaya. Mari kita tuntun orang banyak kepada Kristus Sang Terang itu.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Penutupan bulan misi dan persiapan rangkaian bulan keluarga
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen