TELADAN MEMBERI
Bacaan: 2 Korintus 8: 1-15
“Apa yang membuat kita manusia bukanlah pikiran kita, melainkan hati kita, bukan kemampuan kita berpikir, melainkan kemampuan kita untuk mengasihi”
Henry J.M. Nouwen
Memberi adalah kemampuan untuk mengasihi. Sepertinya inilah yang menggambarkan teladan nyata dari jemaat Makedonia ketika melakukan perbuatan baik dan kemurahan hati di tengah situasi mereka yang juga miskin dan menderita, namun bersedia memberikan bantuan kepada jemaat-jemaat Kristen yang berada dalam kondisi menderita, kelaparan, kemiskinan karena telah hidup dalam Injil. Ini menjadi dasar rasul Paulus untuk mendorong jemaat di Korintus agar meneladani perbuatan baik jemaat Makedonia. Secara kehidupan ekonomi, jemaat Korintus jauh lebih baik dari keadaan jemaat Makedonia, maka perbuatan baik dan memberi bantuan kepada mereka yang teraniaya jauh lebih besar kemungkinan dilakukan. Dasar dari kemurahan hati Jemaat Makedonia adalah kesadaran akan penghayatan anugerah kasih karunia Allah (ay 1) sebab mereka sendiri juga berada situasi yang menderita. Oleh karenanya teladan memberi yang ditunjukkan adalah kemampuan mereka untuk menjawab panggilan atas anugerah kasih karunia Allah.
Pada bulan anak ini, sejatinya orang dewasa sepatutnya memberikan sebuah teladan yang dapat direfleksikan dari jemaat Makedonia tentang makna memberi. Perbuatan baik dan kemurahan hati memberi dapat dimulai dengan cara yang sederhana yakni dengan hati yang penuh kasih. Maka teladan sederhana yang dapat kita ajarkan adalah memiliki hati yang penuh kasih. Bangunlah hati anak-anak kita dengan siraman perbuatan kasih terus menerus. Maka kita sedang menanamkan benih keteladanan memberi di tengah dunia yang semakin egois. Keteladanan butuh proses terus menerus, bukan proses yang instan. Ditengah gempuran yang instan maka mari mulai memproses kehidupan anak-anak kita untuk memiliki teladan memberi. Tetaplah berdoa agar kita mampu menjadi orang dewasa yang dapat memberi teladan bagi anak anak di sekitar kita.
Kiranya hati kita dipenuhi dengan kasih karunia
Kiranya hati kita didorong dan digerakkan karena anugerah kasih karunia Tuhan
Kiranya hati kita kita merespon panggilan Allah dengan melakukan perbuatan baik
Kiranya hati kita dibentuk dengan iman dan kasih agar tidak menjadi egois
Kiranya hati dan pikiran kita menjadikan kita sebagai manusia yang memiliki kemurahan hati di tengah kesusahan sekalipun.
Kiranya kita dimampukan untuk menjadi teladan dan berusaha meneladani Kristus yang penuh belas kasih. Amin.
(Ibu Askaria Tiaristhy Rantung)