TEGUH DALAM IMAN

  •  Johanis Melsasail
  •  

Bacaan:Matius 16:11-12
=======================

 

Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."_Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.(Matius 16:11-12)

Alkisah ada suatu desa yang diserang oleh musuh. Seorang ayah dan ibu beserta anaknya yang masih bayi lari ke hutan menghindari serangan musuh tersebut. Namun akhirnya sang ayah dan ibu meninggal dunia dan anaknya yang masih bayi ditemukan oleh seekor orang utan betina. Bayi manusia itu di ambil oleh orang utan tersebut, kemudian ikut menyusu pada orang utan betina bersama anak- anaknya yang lain. Ketika menjadi besar ia hidup dan mengalami kebiasaan sebagaimana layaknya seekor orang utan. Ia melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, makan segala yang ada di hutan dan tidak dapat berbicara. Di sini kita tahu bahwa lingkungan di mana anak itu berada, sangat mempengaruhi bahkan ikut membentuk kepribadiaannya. Demikian juga pergaulan kita sehari-hari, bisa membentuk karakter kita menjadi seperti orang yang ada di sekitar kita. Firman Tuhan  berkata, "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (1 Kor. 15:33).

Begitulah Tuhan Yesus mengingatkan para murid-Nya supaya berhati-hati terhadap orang Farisi dan Saduki. Ajaran mereka yang tidak mempercayai adanya kebangkitan dapat merusak iman. Iman Kristen bertumpu sepenuhnya pada kebangkitan Kristus. "Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kita dan kita masih hidup dalam dosa".

Saat ini masih banyak orang yang tidak percaya bahwa Yesus sungguh-sungguh telah disalibkan dan kemudian bangkit. Dikatakan bahwa yang disalibkan itu bukan Yesus tetapi orang lain. Lebih lanjut diceritakan bahwa Yesus menyingkir ke India dan hidup sampai tua disana. Cerita ini adalah dongeng yang tidak jelas kebenarannya dan lebih daripada itu, bertentangan dengan apa yang tertulis dalam kitab suci. Sebagai pengikut Kristus dewasa ini kita pun harus selalu waspada dan memelihara iman kita supaya tidak terpengaruh ajaran-ajaran yang menyesatkan. Jadilah seperti ikan di laut yang hidup di air yang asin tetapi tidak pernah menjadi asin. Meskipun kita hidup di dunia ini, namun keberadaan kita sebagai pengikut Kristus semakin nyata dalam iman kita.

Pokok Doa:
1. Penatalayanan GKI Coyudan.
2. Pergumulan jemaat, dan keluarga yang  berduka
3. Pemerintah dan Bangsa Indonesia.

Bpk Johanis Melsasail, S.Si.Teol

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.