TEGUH BERSAKSI
Wahyu 11:1-14
Kitab Wahyu adalah surat pastoral yang dituliskan berdasarkan penglihatan Yohanes di pulau Patmos. Tujuan surat ini adalah agar tujuh jemaat di Asia kecil yang teraniaya dapat terus teguh pada kesaksian iman mereka.
Dalam bagian Wahyu 11:1-14, Yohanes meneguhkan saksi-saksi yang bertahan dalam penderitaan dan penganiayaan. Para saksi ini dilambangkan sebagai dua pohon zaitun dan dua kaki pelita yang berdiri di hadapan Tuhan. Pohon zaitun melambangkan urapan Allah, sedangkan kaki pelita berarti terang. Ada pula yang menafsirkan bahwa Zaitun dan kaki pelita itu berarti minyak yang membuat pelita itu terus menyala. Keduanya Ini menujukkan tentang keteguhan dalam menjalani saksi.
Ketika misi mereka selesai, digambarkan binatang buas yang muncul dari jurang akan membunuh mereka, dan jenazah mereka akan dibiarkan tergeletak di jalan selama tiga setengah hari, dan orang-orang dari segala bangsa akan melihatnya. Kemudian Allah akan menghidupkan mereka kembali, yang akan menjadi suatu kejutan besar bagi orang-orang yang melihatnya. Kedatangan kembali mereka akan diikuti oleh gempa bumi besar yang menghancurkan sebagian besar kota, dan banyak orang akan takjub dan memuliakan Allah.
Pesan pastoral dari kitab Wahyu ini juga menyapa kita sebagai saksi Kristus di tengah dunia ini. Ada banyak tantangan, penolakan, bahkan hambatan bagi kita yang bersaksi. Namun tetaplah teguh sebab Tuhan akan menegakkan kesaksian kita bagai pelita yang menerangi. Sehingga orang akan takjub dan memuliakan Allah.
Pokok Doa:
1. Perdamaian Dunia
2. Persiapan panitia Natal 2023
Pdt. Daniel K. Gunawan