TEGAS BERKATA TIDAK PADA DOSA
Renungan Harian GKI Coyudan
Kamis, 2 Januari 2025
Bacaan: Amsal 1:1-7
====================
Tegas Berkata Tidak Pada Dosa
Amsal 1:7 (TB) Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.
Seorang bapak difonis bersalah setelah terbukti menganiaya istri dan anak-anaknya sampai tak sadarkan diri. Di dalam persidangan, hakim bertanya bagaimana ia sanggup melakukan perbuatan yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan itu. Sang suami dan Ayah itu menjawab, "Awalnya saya tidak setuju dengan penyiksaan itu, tapi teman-teman saya terus membujuk. Sebenarnya saya bisa menolak bujukan mereka, tapi saya tidak berani berkata "Tidak!" dan malah memilih untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Sekarang barulah saya menyesalinya."
Bacaan kita ini menyatakan Hikmat adalah kebutuhan substantif dari manusia, sekaligus yang memberi tuntunan bagi orang muda, orang bijak, orang pandai, maupun yang berpengetahuan. Karena baik kepandaian, pengalaman, pengetahuan maupun produktifitas seseorang saja tidak cukup untuk membuatnya menjadi orang yang berhikmat.
Darimanakah datangnya HIKMAT itu? Sering kali kita menganggap bahwa kita dapat memiliki hikmat jika kita telah memasuki masa tua, atau memiliki banyak pengalaman hidup. Ternyata hal ini tidaklah tepat. Jika kita menganggap bahwa pengalaman hidup dapat membuat kita berhikmat, bukankah kesalahan yang sama seringkali berulang karena kita memiliki keterbatasan untuk memahami dan menyelami setiap pengalaman hidup?
Benarlah yang tertulis dalam Amsal 1:7 bahwa sesungguhnya Hikmat itu datangnya dari Tuhan. Seseorang dapat memiliki hikmat jika ia hidup dalam rasa takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan merupakan awal dari pengetahuan, memberikan kekokohan pada setiap pribadi, menjamin kekekalan hidup, dan dapat mengalahkan kekuatan iblis. Sementara itu dalam ketiadaan rasa takut akan TUHAN membuat kita mudah hancur oleh kekuatan kuasa iblis. Jika kita ingin menjadi orang yang berhikmat, maka mulailah dengan hidup dalam rasa takut akan Tuhan, maka seluruh keberadaan hidup kita di tahun 2025 ini akan dituntun dalam kebenaran Ilahi, dan keberkahan akan menjadi bagian kita sepanjang masa. Selamat menjalani tahun 2025, Tuhan Yesus memberkati.
Pokok Doa:
==========
1. Penatalayanan GKI Coyudan di tahun 2025.
2. Pekerjaan dan Pergumulan Jemaat.
3. Jemaat yang sakit dan pemulihan.
Johanis Melsasail S.Si.Teol