TAKUT AKAN TUHAN #1

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Senin, 26 Agustus 2024

Bacaan: Efesus 5:20-21


Takut akan Tuhan


Manusia diciptakan sebagai mahluk sosial. Artinya penting sekali bagi manusia untuk menjalin relasi satu dengan yang lainnya. Tetapi bagaimana relasi itu dijalin akan menjadi pilihan kita. Dan dengan apa kita mendasari relasi kita dengan orang lain?


Rasul Paulus menjelaskan dalam surat Efesus tentang hal-hal praktis yang perlu dilakukan oleh orang percaya. Setelah ia menjelaskan bahwa setiap orang percaya harus menghidupi manusia baru, ia kemudian menjelaskan dengan lebih detail tentang kehidupan manusia baru tersebut. Bacaan kita menjembatani sebuah penjelasan rasul Paulus tentang hidup orang percaya dalam menjalin relasi dengan sesama, khususnya relasi suami-istri, orangtua-anak, dan tuan-hamba.


Jika kita perhatikan dalam perikop sebelumnya rasul Paulus menjelaskan tentang kehidupan manusia yang sudah ditebus. Lalu setelah itu manusia lama harus segera digantikan oleh manusia baru. Dalam prakteknya manusia baru itu dikenakan dengan ungkapan syukur karena hidup kita telah ditebus (ay. 20). Tetapi tidak hanya mengucap syukur, kita pun harus belajar untuk merendahkan diri dalam takut akan Tuhan (ay. 21).


Perlu diperhatikan bahwa rasul Paulus tidak hanya menasehatkan jemaat untuk merendahkan diri, melainkan merendahkan diri dalam takut akan Tuhan. Apakah perbedaannya? Ketika kita merendahkan diri satu dengan yang lainnya, itu bukanlah hal yang spesial. Sebab hal itu adalah hal moral yang umum diketahui. Seharusnya tidak ada orang yang dapat sombong dan memamerkan segala yang dimilikinya. Tetapi rasul Paulus ingin jemaat memandang hal ini lebih dalam lagi. Merendahkan diri satu dengan yang lain bukan hanya sekadar hal moral, melainkan karena kita memandang orang lain itu spesial dan berharga di mata Tuhan.


Jika kita perhatikan bagaimana rasul Paulus memulai penjelasan tentang penebusan yang dilakukan Tuhan, yang artinya Tuhan menjadikan manusia berharga di mata-Nya. Lalu kemudian kita juga harus memiliki cara pandang yang sama seperti Tuhan memandang manusia. Maka dari itu merendahkan diri dalam takut akan Tuhan berarti kita perlu lebih dulu menganggap orang lain itu berharga di mata Tuhan. Dengan demikian kita dapat lebih rela untuk merendahkan diri kita di hadapan sesama.


Rasul Paulus kemudian menjelaskan pula bagaimana kita menjalin relasi dengan sesama sambil merendahkan diri dalam takut akan Tuhan; Suami mengasihi istri, istri menghormati suami, anak taat kepada orangtua, orangtua mengasihi anak, demikian juga hamba dan tuan yang saling menghargai satu dengan yang lainnya. Inilah relasi yang seharusnya dijalin oleh setiap orang percaya yang telah ditebus oleh Kristus. Maka dari itu rendahkanlah diri kita satu dengan yang lain, sambil terus memandang bahwa setiap orang berharga di mata Tuhan. Demikianlah kita dapat terus berjalan dengan takut akan Tuhan.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan

2. Persiapan HUT GKI Coyudan ke 76

3. Kondisi bangsa dan negara Indonesia

4. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.