TAK TAWAR DAN TAK PADAM
RENUNGAN WARTA, 1 September 2024
BULAN MISI 2024 - SLIGHT OF LIGHT
TAK TAWAR DAN TAK PADAM
Matius 5: 13-16
Bunda Teresa mengatakan demikian: "Kita semua mampu untuk menjadi baik atau jahat. Kita tidak dilahirkan buruk, setiap orang memiliki sesuatu yang baik di dalam diri mereka. Ada yang menyembunyikannya, ada yang menolaknya, tetapi kebaikan itu sungguh ada disana. Allah menciptakan kita untuk mencintai dan dicintai, maka kita diuji oleh Allah untuk memilih salah satu jalan ini. Suatu penolakan dalam cinta dapat menuntun orang untuk berkata "ya" pada yang jahat, dan ketika hal itu terjadi, kita tidak tahu seberapa jauh hal itu dapat menyebar. " Dari kutipan itu, kita tahu bahwa ternyata ada orang-orang yang menyembunyikan kebaikannya. Mereka sebenarnya bisa memperlihatkan atau melakukan kebaikan-kebaikan dalam hidupnya, tetapi mereka tidak melakukannya.
Khotbah Tuhan Yesus di atas bukit dalam Matius 5:13-16, mengingatkan beberapa hal kepada kita yaitu:
Identitas murid-murid Tuhan Yesus.
" Kamu adalah garam dunia….Kamu adalah terang dunia." (pada ayat 13a dan 14a).
Tuhan Yesus menegaskan bahwa orang-orang yang percaya kepada-Nya memiliki identitas yakni garam dan terang dunia.
Tuhan Yesus juga mengingatkan bahwa sebagai murid-murid-Nya, maka setiap orang harus tetap menjaga kualitas hidupnya, supaya bisa berdampak positif bagi sesamanya.
Garam berfungsi untuk memberi cita rasa pada masakan atau makanan, mengawetkan atau mencegah kebusukan, membantu proses kesembuhan. Terang berfungsi untuk melenyapkan kegelapan, membantu orang untuk tidak tersandung, terjatuh dan tersesat. Murid-murid Tuhan Yesus hendaklah tidak kehilangan fungsinya, tetap berdampak bagi sesama. Garam tidak menjadi tawar dan terang tidak menjadi padam. Dunia yang dalam kegelapan memerlukan sinar terang, maka jangan menyembunyikan terang itu, meskipun nyalanya tidak besar tetapi bersinarlah tetap.
Maka jadilah berdampak bagi dunia agar mencegah kebusukan. Nyatakan kebaikan untuk membantu pemulihan, bertindaklah untuk memberi rasa bagi yang sudah tawar hatinya. Demikian pula dengan terang yang sudah kita terima dari Kristus, pancarkanlah kepada sesama, kebaikan dan kemurahan yang sudah kita alami dari Allah, nyatakanlah bagi sesama, dengan demikian dunia akan memuliakan Bapa di Sorga.
Yesus menginginkan daku
Bersinar bagiNya
Dimanapun ku berada
Ku mengenangkanNya
Bersinar, bersinar
Itulah kehendak Yesus
Bersinar, bersinar
Aku bersinar terus
(Ibu Maria Sampyuh)