TAAT DI MASA BERAT
Bacaan: KEJADIAN 26: 1-6
"Taat", sangat mudah untuk dibicarakan, namun begitu sulit untuk dilakukan. Banyak orang berhasil berbicara soal ketaatan, tetapi tidak banyak yang berhasil hidup dalam ketaatan.
Di masa-masa yang mudah saja sulit untuk taat, apalagi dimasa-masa yang berat.
Ishak adalah salah satu orang yang berhasil taat di masa yang berat. Ketika peristiwa kelaparan terjadi,Ishak pergi ke Gerar. Dan Tuhan menampakkan diri kepada Ishak, Tuhan berfirman kepada Ishak, "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggallah sebagai orang asing (ayat 2-3a)." Ishak diminta oleh Allah untuk tinggal di Gerar sebagai orang asing. Apakah mudah? Tentu saja tidak mudah, tinggal di negeri orang.
Tuhan tidak mengijinkan Ishak untuk pergi ke Mesir. Ishak harus tetap tinggal di negeri itu sebagai orang asing. Namun Tuhan berjanji akan menyertai dan memberkati Ishak beserta dengan keturunannya. Dan apa yang dilakukan Ishak atas perintah Tuhan itu? "Jadi tinggal Ishak di Gerar" (ayat 6). Ishak memilih untuk taat kepada Allah. Situasinya memang tidak mudah, kondisinya tidak sedang baik-baik saja, masalahnya memanglah juga tidak sederhana, tetapi masalah yang berat. Namun dalam situasi dan kondisi yang seperti itu, Ishak memilih untuk taat dan percaya akan janji penyertaan dan berkat Allah kepadanya dan keturunannya, sehingga dia tidak mencari jalan sendiri, mengandalkan pikirannya dan kemampuannya, tetapi percaya dan memegang teguh janji Allah dan mentaati apa yang dikehendaki Allah.
Dan atas ketaatan Ishak kepada perintah Allah, apa yang terjadi pada Ishak? "Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya" (ayat 13). Ishak mengalami berkat Tuhan, Allah menepati janjiNya, dimasa yang berat meski tinggal di negeri sebagai orang asing, namun karena penyertaan Allah, maka Ishak hidupnya terpelihara dengan sangat baik.
Setiap orang memiliki pergumulannya masing-masing. Terkadang masalah yang kecil, tetapi tidak jarang juga persoalan-persoalan yang sulit dan rumit. Namun Allah menghendaki untuk anak-anakNya tetap taat kepadaNya, bergumul bersamaNya dan mencari jawab atas setiap persoalan itu didalam kehendakNya. Tidak mengandalkan diri sendiri atau orang-orang disekitar, tidak mencari jalan sendiri, tetapi mengandalkan Tuhan dan taat kepada Tuhan. Seberat apapun persoalan yang sedang dihadapi, tetaplah taat kepada Allah, karena dalam ketaatan itu ada penyertaan dan berkat yang telah Allah siapkan bagi anak-anakNya.
Tuhan Yesus memberkati