SOMBONG ROHANI
Bacaan: Roma 2:12-16
Setiap orang cenderung menganggap diri benar, dan orang lain salah. Dalam banyak hal, kita suka membenarkan diri kita sendiri dan menyalahkan orang lain. Ukuran kebenaran yang dipakai biasanya menurut apa yang kita miliki. Dengan perkataan lain, jika kita menyalahkan dan menghakimi orang lain, maka sesungguhnya kita sedang memaksa orang tersebut untuk mengikuti kehendak kita, yang belum tentu juga benar. Hal ini terjadi dalam kehidupan jemaat di Roma. Orang Yahudi memaksa orang Yunani untuk menaati hukum Taurat. Menurut orang Yahudi, hukum Taurat adalah kebenaran yang menyelamatkan, sehingga jika orang Yunani tidak menaati hukum Taurat maka mereka berdosa dan layak dihukum.
Paulus mengatakan bahwa Allah tidak memandang bulu. Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Maksudnya ialah, bukan orang yang mendengar hukum Taurat yang di benarkan Allah, melainkan orang yang melakukannya. Pemahaman yang hendak di bangun oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma adalah:
Pertama. Semua orang yang tidak mengenal hukum Taurat, namun melakukan kebenaran menurut tuntutan hukum Taurat, maka mereka menjadi hukum Taurat bagi mereka sendiri, dan hati nurani mereka bersaksi, sehingga mereka akan di hakimi menurut perbuatan-perbuatan mereka.
Kedua. Bukan semua orang yang mendengar hukum Taurat yang di benarkan Allah, melainkan mereka yang melakukan hukum Taurat. Di sini kita melihat tindakan Allah untuk memulihkan manusia berdosa menjadi gambar-Nya, serta menghasilkan keserupaan dengan Kristus untuk melakukan hukum Taurat, dan bukan hanya pendengar.
Ketiga. Pada hari penghakiman, Yesus Kristus akan akan bertindak selaku wakil Bapa untuk menghakimi semua manusia, sesuai dengan apa yang tersembunyi dalam hati mereka.
Paulus menasihati mereka yang suka menyalahkan dan menghakimi sesamanya agar bertobat, sehingga tidak mengalami murka Tuhan. Karena hukuman Tuhan berlaku adil. Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Maka berhentilah menyalahkan dan menghakimi orang lain, dan mulailah untuk tekun berbuat baik. Lebih baik kita berbuat baik dan benar daripada menjadi hakim yang suka menilai perbuatan orang lain. Sebab akan tiba waktunya bahwa semua yang ada dalam hati manusia akan di singkapkan, dan kita semua akan dihakimi oleh Tuhan Yesus Kristus.
Pokok Doa:
1. Untuk Penatalayanan Gereja
2. Untuk pergumulan jemaat
3. Untuk upaya Pemerintah dalam melindungi segenap Rakyat Indonesia.