SADARLAH DAN BERSAKSI!

  •  Raphael Timotius Suy
  •  

Kisah Para Rasul 3:17-20


Istilah "keledai jatuh pada lubang yang sama" sering digunakan sebagai perumpamaan untuk seseorang yang terus-menerus membuat kesalahan atau terjerumus dalam masalah yang serupa tanpa belajar dari pengalaman sebelumnya. Ini mencerminkan kecenderungan untuk mengulangi kesalahan tanpa perubahan perilaku. Istilah ini senada dengan bacaan kita dimana banyak manusia yang jatuh pada lubang sama.

Bacaan yang diambil pada (kis 3:17-26) merupakan khotbah yang dilayangkan oleh petrus kepada orang-orang yang masih berkumpul paska menyasikan karunia penyembuhan yang dilakukan Petrus kepada orang lumpuh. Petrus melayangkan khotbah bukan untuk mengutuk mereka yang menolak Kristus, akan tetapi ia mengingatkan kepada mereka suatu kesempatan untuk bertobat. Petrus tahu bahwa ketika Yesus masih hidup banyak orang yang masih belum mengerti (tidak tahu) akan karya keselamatan yang Yesus bawa. Seperti perkataan Yesus di kayu salib; “Ya Bapa, Ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. (Luk23:34) Akan tetapi setelah Bapa menyucikan Hamba-Nya dengan membangkitkan-Nya ditambah dengan segala pemberitaan mengenai keagungan-Nya oleh para rasul, maka mereka yang menolak untuk kedua kalinya akan dipisahkan dari umat Allah. (3:22-26) Oleh sebab itu dengan getolnya, Petrus memperingatkan mereka agar segera sadar untuk dapat berbalik kepada Allah dan mulai percaya akan janji keselamatan yang diberikan oleh Allah melalui Yesus Kristus.

Sebagai manusia tentunya wajar bila kita membuat suatu kesalahan, karena kita adalah manusia yang tidak sempurna. Namun menjadi tidak wajar jika manusia terjebak pada kesalahan yang sama berulang kali. Alasannya mungkin karena kesalahan itu sering kali nikmat rasanya, oleh sebab itu sering kali manusia tergoda untuk kembali melakukannya. Padahal ia tahu akan konsekuensi buruk yang akan ia dapatkan kelak, baik itu berpengaruh pada dirinya ataupun orang lain. 

Melalui firman ini, petrus mau mengingatkan kepada kita sebagai umat percaya untuk dapat segera berbalik kepada Allah dengan melakukan segala titah-Nya yang baik. Sadar akan kesalahan itu penting, namun yang paling penting adalah aksi nyata untuk segera berubah seturut dengan kehendak Allah dan menerima janji keselamatkan kepada Yesus Kristus. Allah berjanji bahwa janji keselamatan-Nya tidak akan terasa sementara saja, melaikan damai abadi yang dijanjikan-Nya bila kita mau berbalik mengarahkan pandangan kita pada kasih setia-Nya. 

Kiranya Roh Allah membimbing dan memberkati kita semua, Amin

Pokok-pokok Doa
1.Jemaat yang dalam keadaan lemah tubuh.
2.Kedamaian NKRI.
3.Kelancaran rangkaian agenda Natal.

Raphael Timotius Suy

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.