RUANG PEMULIHAN
(Yesaya 42:3-9)
Buluh adalah sejenis batang, dan ketika buluh itu patah dan terkulai maka ia tidak lagi memiliki manfaat atau berguna. Sepertinya halnya juga dengan sumbu yang pudar nyalanya. Keduanya bukan lagi menjadi benda yang istimewa. Ketika buluh yang terkulai maupun sumbu yang pudar nyalanya tidak berguna maka biasanya akan dibuang. Namun, kedua benda ini digunakan Yesaya untuk menggambarkan karya Mesias dalam keselamatan. Buluh yang terkulai tidak akan dipatahkan atau semakin dirusak, sumbu yang pudar takkan dipadamkan, melainkan diberikan pengharapan hidup oleh Mesias.
Tuhan memberikan pengharapan melalui hamba yang hadir sebagai Mesias untuk membuat karya pemulihan dengan mengubah tidak berharga menjadi berharga, membuat yang terbuang menjadi berdaya guna, membuat yang pada semangatnya menjadi berantusias. Pengharapan Mesias datang dengan mengenakan kacamata bahwa kehancuran bukan akhir dari segalanya melainkan ada ruang untuk dipulihkan dan berdaya guna.
Pengharapan dari Allah adalah sebagai ruang pemulihan Allah yang akan selalu disediakan asalkan setiap orang yang percaya dan beriman membuka diri dan menyadari akan kerapuhan dirinya. Ruang pemulihan akan selalu digenapi dalam karya penyelamatan Allah yang hadir bagi umatnya dengan melihat bahwa pemulihan dari sudut kehendak Allah bukan ego pribadi. Ruang pemulihan Allah adalah tempat untuk mensyukuri dan menghargai segala anugerah Allah atas hidup ini dari hal; yang sederhana, atau pun tidak berharga sekalipun di mata orang lain.
Ruang pemulihan itu dimulai dari keluarga kita. Tuhan akan selalu menolong keluarga-keluarga yang berseru dan bersandar padaNya. Ruang pemulihan itu memulihkan relasi, memulihkan kondisi ekonomi keluarga, ruang pemulihan itu mengangkat setiap anggota keluarga adalah berharga di mata Tuhan. Maka, mari mulai dengan mensyukuri setiap anugerah pemberian Allah yang terjadi di keluarga kita.
(Sdri. Askaria Tiaristhy R.)