RODA KEHIDUPAN
Pengkhotbah 3: 1-4, 9-13
3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. 3:2 Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; 3:3 ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; 3:4 ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; 3:9 Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? 3:10 Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. 3:12 Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. 3:13 Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.
Ada sebuah pepatah yang mengatakan "roda selalu berputar." Pepatah ini memiliki makna bahwa di dalam menjalani kehidupan ini, kita selalu diperhadapkan dengan sebuah perubahan dan pergerakan. Ada kalanya kita berada di atas. Berada di atas, maksudnya adalah suatu kondisi di mana hidup sedang berada dalam fase yang menyenangkan. Misalnya, kita mendapatkan berkat yang melimpah secara materi, masih diberikan kesehatan, dan juga hal-hal menggembirakan lainnya.
Ada kalanya juga kita berada di bawah. Berada di bawah berarti sebuah situasi ketika hidup sedang berada dalam fase yang tidak menyenangkan. Misalnya, saat kita mengalami sakit, ketidakseimbangan ekonomi, bahkan dukacita.
Tidak dapat dipungkiri bahwasanya kedua hal tersebut hadir dan mewarnai kehidupan kita di dunia. Itulah yang disampaikan oleh Pengkhotbah dalam bacaan kita pada hari ini (ay. 1-4).
Pengkhotbah mau mengatakan bahwa segala peristiwa yang kita alami di dalam kehidupan ini tidak pernah terjadi di waktu yang tidak tepat, sebab Allah berdaulat atas kehidupan kita (ay. 11). Bahkan di dalam peristiwa tidak menyenangkan yang tidak kita mengerti sekalipun, membuat kita tidak berdaya, sampai kita bertanya-tanya "mengapa ini terjadi, Tuhan?", Allah akan membuatnya menjadi indah pada waktunya.
Oleh sebab itu, tidak ada yang perlu kita khawatirkan di dalam menjalani kehidupan ini, sebab rencana-Nya indah pada waktunya. Mari kita syukuri apa pun yang terjadi di dalam kehidupan ini. Di waktu suka, kita mengingat Tuhan dan bersyukur kepada-Nya. Di waktu duka, kita tetap menaruh pengharapan dan berserah kepada Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan selalu ada untuk menuntun kita di setiap masa hidup kita. Ia selalu menyertai kita di dalam roda kehidupan kita.
Pokok Doa:
1. Setiap rangkaian kegiatan pekan anak bulan ini
2. Masa-masa akhir liburan bagi anak-anak
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Yohana Jessica