PILIH KASIH

  •  Anthon Karundeng
  •  

 

Kejadian 27 : 1 - 29

"Yakub datang mendekati Ishak ayahnya, yang merabanya dan berkata, "Suaranya suara Yakub; tetapi tangannya tangan Esau", Ishak tidak mengenali dia karena tangannya berbulu seperti tangan Esau saudaranya".
Kejadian 27:22-23

Keluarga Ishak dan Ribka bukan contoh keluarga yang ideal. Ishak sayang kepada Esau dan Ribka sayang kepada Yakub. Seharusnya sebagai orang tua tidak memihak satu kepada yang lain. Karena sikap pilih kasih Ishak dan Ribka terhadap kedua anak mereka, mengakibatkan masing2 anggota tidak rukun satu dengan yang lain. Tidak saling terbuka satu dengan yang lain, sehingga muncul kebohongan dan penipuan.

Sebetulnya, Ribka tahu persis berkat kesulungan dari Tuhan diperuntukkan bagi Yakub anaknya yang bungsu, bukan bagi si sulung Esau (Kej.25:23). Namun, Ishak suaminya yang sudah tua dan rabun akan memberikan  berkat itu kepada Esau. Ribka pun mengatur siasat. Ia meminta Yakub membohongi ayahnya dengan mengaku Esau dan menyodorkan gulai kambing masakan Ribka demi mendapatkan berkat dari Ishak, yang pada akhirnya mengakibatkan kekecewaan, permusuhan dan keterpisahan antar anggota keluarga. Esau ingin membunuh Yakub sehingga Yakub harus meninggalkan rumah orang tuanya.

Pertanyaan yang muncul adalah tidak adakah cara lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan berkat  kesulungan yang sudah dijanjikan Tuhan?. 
Ingat bahwa kebohongan tetaplah kebohongan yang mengingkari kebenaran. Alasan utama orang melakukannya adalah karena ia kurang beriman bahwa Allah berdaulat penuh. Bahwa Tuhan sanggup mewujudkan rencana-Nya sekalipun itu tampak mustahil bagi manusia.

Bila keluarga rukun, orang tua tidak pilih kasih terhadap anak satu dengan yang lain, kejadian saling membohongi satu dengan yang lain dapat dihindari. Bila dalam keluarga rukun, maka semua persoalan bisa dirundingkan, dibicarakan secara terbuka satu kepada yang lain, sehingga tidak perlu ada kebohongan.
Mari kita bina keluarga kita untuk tidak pilih kasih. Hiduplah dengan rukun, karena ke kehidupan yang rukun, Tuhan memerintahkan berkat kehidupan. Amin.

Doa :
- Ajar kami untuk hidup rukun dalam keluarga, agar kami tidak pilih kasih satu kepada yang lain. Tolonglah kami untuk saling mengasihi, seperti Kristus yang telah mengasihi kami. Amin.

Pdt. Em. Anthon Karundeng.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.