PERTOLONGANN YANG TEPAT WAKTU
Renungan Harian GKI Coyudan
Jumat, 7 Maret 2025
Bacaan: Keluaran 6:1-13
Pertolongan yang Tepat Waktu
Berbicara tentang pertolongan yang tepat waktu kadang membuat kita mempertanyakannya. Seringnya pertolongan yang terlambat membuat kita kurang bisa percaya akan pertolongan yang tepat waktu itu. Atau bahkan kita menjadi orang yang justru sudah tidak peduli dengan pertolongan tersebut dan mengusahakan segala sesuatu itu sendiri. Apakah cara yang demikian adalah benar? Ataukah kita harus terus menunggu, bahkan ketika pertolongan itu jelas terlambat bagi kita?
Bangsa Israel yang berada di tanah perbudakan berseru kepada Tuhan untuk segera menyelamatkan mereka. Maka sampailah seruan mereka kepada Tuhan. Lalu Tuhan memanggil Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Setelah pergumulan panjang Musa dengan Tuhan karena ketidakpandaian bicaranya, maka akhirnya diutuslah juga Harun untuk pergi bersama Musa menghadap Firaun.
Tetapi nampaknya semua tidak berjalan sesuai rencana. Tentu besar harapan Musa agar Firaun memperbolehkan bangsa Israel keluar dari Mesir. Tetapi justru setelah pertemuan antara Musa dan Firaun, Israel semakin ditekan. Pekerjaan mereka ditambahkan dan bangsa Israel harus menjalani pekerjaan mereka dengan lebih berat lagi.
Setelah itu beberapa orang Israel yang ditunjuk sebagai mandor menghadap Firaun dan meminta keringanan. Mereka juga terkena imbasnya dan harus dihajar habis-habisan oleh tentara Mesir. Tetapi Firaun justru menggunakan alasan Musa untuk membawa bangsa Israel itulah yang memperberat kerja bangsa Israel. Firaun berkata karena bangsa Israel pemalas dan ingin berhenti dari pekerjaan mereka untuk pergi menyembah Tuhan. Maka akhirnya marahlah orang-orang Israel itu kepada Musa.
Ketika mereka berjumpa dengan Musa, mereka memarahi Musa sebab pekerjaan mereka menjadi semakin berat oleh karena pertemuan Musa dengan Firaun sebelumnya. Lalu Musa kembali datang kepada Tuhan dan mengeluh. Musa bertanya kepada Tuhan bagaimana mungkin Firaun dapat mengijinkan bangsa Israel keluar, sedangkan bangsa Israel saja justru marah kepada Musa. Tetapi Tuhan menjawab Musa bahwa Tuhan yang akan bertindak untuk menolong bangsa Israel. Apakah kita dapat melihat apa yang telah terjadi?
Tuhan berjanji dan memberi harapan pada Musa, tetapi tidak berjalan sesuai rencana yang diharapkan oleh Musa. Bahkan setelah pertemuan Musa dengan Firaun, pekerjaan bangsa Israel tidak diringakan dan justru diperberat. Tentu bagi Musa rencana Tuhan gagal total. Seolah janji Tuhan tidak dapat ditepati dan pertolongan itu bukan hanya terlambat namun justru tidak ada.
Sekalipun sebagai pembaca di masa ini, kita dapat mengetahui Tuhan tetap menolong bangsa Israel. Tetapi jika kita sungguh-sungguh masuk dalam kisah itu, kita mungkin akan ada di posisi yang marah, kecewa, dan bisa jadi menyalahkan Tuhan. Pertolongan Tuhan yang tepat waktu itu nampaknya tidak akan pernah terjadi. Pertolongan Tuhan yang tepat waktu itu, hanya bualan.
Ketika kita membutuhkan pertolongan, apakah Tuhan tahu dan mendengar seruan kita? Ya pasti. Ketika kita kesulitan, apakah Tuhan akan menolong kita? Ya pasti. Tetapi jangan hanya fokus pada pertolongan-Nya, melainkan percayalah akan kuasa-Nya. Artinya bahwa mungkin ketika kita membutuhkan pertolongan Tuhan, Ia seolah hanya diam; Bisnis bangkrut, dagangan rugi, denda pembayaran, sakit penyakit, bahkan sampai dukacita dan lainnya. Ketika kita percaya akan kuasanya, maka kita seharusnya percaya didalam kondisi yang nampak gagal total bagi manusia, Ia mampu memulihkannya.
Percayalah akan kuasa Tuhan dalam pertolongan-Nya. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Bahkan dalam kondisi yang nampak tidak mungkin tertolong lagi bagi manusia, Ia masih sanggup dan pasti sanggup untuk menolong setiap kita. Teruslah berjalan sambil percaya akan kuasa Tuhan dan pertolongan-Nya.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Pengahayatan selama puasa dan menjelang Jumat Agung
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen