PERTOLONGAN TUHAN ITU TEPAT!
Ulangan 31:6
“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”
Salah satu adegan film yang begitu menegangkan adalah ketika tokoh protagonis sedang menghadapi masalah yang gawat, dan pada detik-detik terakhir datang pertolongan yang tak diduga-duga. Perasaan kita menjadi sangat lega melihat peristiwa itu. Tak disadari, rupanya pola yang muncul dalam film fiksi tersebut juga kita harapkan di dunia nyata. Ketika menghadapi masalah, kita berharap pertolongan ajaib dari Tuhan muncul di detik-detik terakhir sebelum semuanya memburuk.
Potongan bacaan Ulangan 31: 6 menjadi sebuah janji Tuhan yang tidak hanya berlaku bagi umat pilihan Allah pada masa itu, tetapi juga bagi kita umat-Nya yang hidup di masa kini. Namun kita perlu berhati-hati karena janji pertolongan Tuhan ini sering dianggap sempit sebagai kisah-kisah film tadi, yaitu sekumpulan kisah heroik Tuhan yang membebaskan kita dari masalah. Tiba-tiba mengalami kesembuhan padahal dokter sudah angkat tangan, tiba-tiba mendapat rejeki besar dan hutang lunas dalam sekejap mata. Sejatinya Tuhan bisa bekerja dengan cara demikian, karena di kisah Alkitab pun kita akan menemukannya. Tetapi, Allah bisa dan akan bekerja melalui berbagai cara. Yang menjadi masalah dalam memahami pertolongan Allah adalah diri kita sendiri. Kita tidak mau tunduk kepada-Nya, kita memaksa Dia untuk memecahkan masalah ini sesuai dengan rencana dan impian kita. Kita telah mengubah posisi dimana Allah harus menuruti keinginan kita.
Ulangan 31: 6 menunjukkan kepada kita akan janji Tuhan yang akan menyertai dan selalu bersama dengan kita: Imanuel. Janji-Nya untuk selalu menyertai, bukan selalu tiba-tiba melepaskan kita dari masalah. Mata kita harus terbuka. Di salah satu sudut lorong rumah sakit masih ada orang percaya yang menangis dan berjuang untuk kesembuhan anaknya mengidap kanker di usia balita. Sampai hari ini masih banyak orang Kristen yang berjuang datang ke psikiater berulang kali agar mentalnya bisa sembuh. Di sebuah desa terpencil ada seorang pendeta yang hidupnya hanya ditopang dari hasil bumi anggota jemaatnya. Allah tak pernah mengabaikan kita yang sedang berjuang seperti orang-orang di atas. Allah tak pernah lupa. Namun, pertolongan Allah bukan selalu dalam bentuk sakit yang tiba-tiba lenyap, mental yang tiba-tiba kuat, atau bahkan mendapat kelebihan berkat dalam satu waktu tertentu. Alih-alih memohon Tuhan menolong kita keluar dari masalah, Ia justru membuat kita kuat agar masalah itu dapat kita lewati meskipun dengan rintangan dan cucuran air mata. Ia sedang menempa, membersihkan, dan membentuk kita melewati berbagai penderitaan yang ada. Di tengah cucuran air mata, tangan-Nya yang kuat terus membuat kita kuat tanpa kita sadari.
Ketika saya pribadi mengingat kembali apa yang telah terjadi di tahun-tahun yang lalu, saya selalu heran dengan diri sendiri, “Kok bisa ya bisa melewati semuanya itu?” Setelah melewati semuanya, barulah saya mengerti jawabannya, “Karena Tuhan ada, karena Tuhan menyertai, karena Tuhan menolong.” Kiranya kita semua dapat memahami pertolongan Tuhan dan menjalani semuanya dengan penuh harapan.
(Pnt. Bobby Widya Ardianto)