PERSEMBAHAN YANG BERHARGA DI MATA ALLAH

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Efesus 5:1-2

Ketika kita mendengar kata persembahan, yang pertama kali muncul dalam pikiran kita adalah sesuatu yang kita berikan kepada Tuhan ! Bisa berupa uang atau benda-benda yang berharga atau binatang kurban. Tetapi jika kita mencermati kisah Kain dan Habel, kita menemukan bahwa sesungguhnya persembahan di mata Tuhan itu yang dilihat adalah pada hati orang yang memberikannya. Dengan kata lain, Tuhan melihat persembahan hidup seseorang dari hati yang tampak dalam seluruh kehidupannya.

Karena memang kenyataannya, ada juga orang yang memberi persembahan dan hidup beramal hanya untuk menebus rasa bersalah atau dosanya sehingga merasa aman, tetapi tidak berhenti dari perbuatannya yang merugikan orang lain dan kejahatannya yang merusak. 

Surat Efesus 5:1-2 mengingatkan kepada kita untuk tidak bermegah pada persembahan materi yang kita berikan kepada Tuhan, tetapi ingatlah bahwa persembahan hidup yang memuliakan Tuhan itulah yang berkenan dan harum bagi Allah.

Seperti tindakan Tuhan Yesus yang menebus umat dari kuasa dosa sebagai bentuk nyata bahwa Sang Anak itu penurut pada kehendak Bapa-Nya ! Sekalipun kehendak Bapa-Nya itu bukan perkara yang mudah dan ringan, tetapi Yesus melakukannya sebagai tindakan kasih Yesus kepada Bapa-Nya dan kepada seluruh ciptaan.

Tindakan menurut pada kehendak Allah dengan hati yang mengasihi Allah inilah yang menjadi cara kita untuk memberi persembaan dan korban yang harum bagi Allah; sebab hati yang mengasihi Dialah sesungguhnya persembahan yang paling berharga di mata Allah Bapa. Amin.

Pokok Doa :
1.    Berdoa untuk kegiatan Bulan Misi 2023 GKI Coyudan Solo (selama bulan September).
2.    Berdoa untuk kesehatan dan persiapan pelayanan Tim Misi 2023 yang akan berangkat ke GKS Walakari (Kamis, 7 September – Senin, 11 September 2023).

Pdt Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.