PERSEKUTUAN : RUMAH TEMPAT BERBAGI

  •  Teddy Wirawan
  •  

Bacaan: Kisah Rasul 2 :41-47

Ada sebuah pepatah dari negeri Tiongkok “Jiā hé wàn shì xīng” yang berarti “Jika ada keharmonisan di dalam rumah, maka segala urusan akan makmur”. Rumah adalah tempat di mana kita bertumbuh dan dibentuk. Sejak kecil kita mendapatkan didikan dari rumah yang membentuk karakter dan kehidupan kita sampai saat ini. Oleh karena itu seperti pepatah Tiongkok di atas, keharmonisan di dalam rumah akan sangat membentuk pribadi kita. Jika kondisi rumah harmonis, maka segala urusan kita akan cenderung lancar. Namun jika kondisi rumah tidak harmonis, maka akan ada banyak hal yang menghambat kita dan harus kita selesaikan satu persatu. 

Setiap orang pasti lahir dari sebuah keluarga. Sebagai orang Kristen, kita juga memiliki keluarga kedua, yaitu gereja. Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya yang dipersatukan oleh kasih karunia Allah dan iman kepada Yesus Kristus sang Juruselamat. Oleh karena itu, kita biasa menyebut rekan-rekan kita sebagai saudara seiman. Saudara yang lahir bukan sedarah secara biologis, namun menjadi saudara karena darah Yesus yang mempersatukan.

Kisah Rasul 2:41-47 menceritakan tentang Cara Hidup Jemaat Mula-Mula, yang menjadi cikal bakal gereja. Jemaat mula-mula ini hidup dalam persekutuan yang erat dan penuh kasih. Mereka bukan hanya berkumpul untuk beribadah, tetapi juga berbagi hidup, harta, dan berkat dengan tulus hati. Hal ini dibuktikan dalam beberapa hal, ayat 42 “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan” Dalam ayat ini, kita melihat bahwa jemaat mula-mula sangat mengutamakan pertumbuhan pengajaran. Mereka bertekun dalam belajar firman Tuhan dan bersekutu satu dengan yang lain. Ayat 44 "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing." Jemaat mula-mula tidak hanya berbagi firman Tuhan, tetapi juga berbagi harta benda mereka. Mereka memiliki semangat untuk saling membantu dan memenuhi kebutuhan satu sama lain.

Salah satu kunci dari keharmonisan dan persekutuan dari jemaat mula-mula adalah berbagi. Sehingga apa yang mereka kerjakan selalu memuliakan Tuhan dan diberkati dengan pertambahan jumlah orang-orang yang diselamatkan. Dengan hidup dalam kasih dan kesatuan, kita bisa menjadi saksi bagi orang lain. Sikap saling mendukung, berbagi, dan menjaga keharmonisan dapat menarik orang lain untuk mengenal Tuhan. Hendaknya persekutuan Tubuh Kristus harus selalu dijaga keharmonisannya supaya setiap pelayanan yang dilakukan dapat memuliakan Tuhan dan berdampak bagi dunia. Kiranya Tuhan memampukan kita. 

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.