PERSEKUTUAN DALAM TUHAN

  •  Sujud Swastoko
  •  

Keluaran 24:12-18

”Kemuliaan Tuhan bersemayam di atas Gunung Sinai, dan awan menutupi gunung itu selama enam hari. Pada hari ketujuh Ia memanggil Musa dari dalam awan itu. Musa masuk ke dalam awan dan terus mendaki gunung itu. Ia berada di atas gunung itu empat puluh hari empat puluh malam.” (ay.16,18)

Musa telah dipilih Allah untuk memimpin orang-orang Israel keluar dari tanah perbudakan, Mesir, menuju tanah perjanjian di Kanaan. Dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, Allah memanggil Musa naik ke atas Gunung Sinai untuk menerima petunjuk, peraturan-peraturan, dan hukum yang harus dilakukan dan ditaati oleh orang-orang Israel, sebagai umat Tuhan.

Sebelum mendaki Gunung Sinai, Musa telah mendelegasikan tugas kepemimpinan kepada Harun dan Hur, sehingga jika ada persoalan atau perkara yang harus diselesaikan, tua-tua Israel bisa menghadap dua orang tersebut. Sedangkan Yosua, abdi Musa yang nantinya menjadi penggantinya saat masuk tanah Kanaan, diajak naik ke Gunung Sinai.

Hal yang menakjubkan adalah, saat Musa dan Yosua naik ke Gunung Sinai, maka awan menutupi gunung itu. Kemuliaan Tuhan bersemayam di atas Gunung Sinai dan selama enam hari awan menutup gunung itu. Pada hari ketujuh, Allah memanggil Musa dari dalam awan itu sehingga Musa masuk ke dalam awan, yang menurut penglihatan orang Israel seperti api yang menghanguskan.

Musa berada dalam kemuliaan Allah di atas gunung itu selama empat puluh hari empat puluh malam. Itulah persekutuan Musa dengan Tuhan. Musa berpuasa, tidak makan dan minum dalam jangka waktu yang lama. Dalam kemuliaan Allah, Musa menerima berbagai peraturan dan hukum yang harus disampaikan dan ditaati oleh orang-orang Israel. Musa juga menerima dua loh batu yang berisi hukum Tuhan yang ditulis dengan jari Allah. (Kel. 31:18)

Seperti Musa, orang yang telah dipilih dan percaya kepada Kristus, juga akan merasakan persekutuan yang indah dengan Tuhan. Persekutuan itu akan dinikmati dengan baik, bukan hanya untuk merasakan kemuliaan dan hadirat Tuhan, tetapi juga untuk mendengar Sabda Tuhan yang menuntun umat-Nya agar hidup benar dan berkenan di hadapan Allah.

Sebagai umat Tuhan, apakah kita juga sudah merasakan persekutuan yang indah di dalam Tuhan, baik dalam pujian penyembahan, saat membaca atau mendengar firman Tuhan, dan juga saat berdoa kepada Tuhan? Apakah kita juga siap menjadi saksi Kristus di dunia ini? Setelah menikmati persekutuan dengan Tuhan, kita juga harus membuktikan ketaatan kita dalam melakukan firman itu melalui kehidupan sehari-hari.

Kiranya Roh Kudus terus menolong kita agar memiliki persekutuan pribadi yang indah dengan Tuhan dan melakukan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semakin banyak orang yang diberkati melalui kehidupan kita, dan semakin banyak orang yang datang kepada Tuhan. Amin. 


Pokok Doa

1. Doakan para hamba Tuhan, aktivis, dan karyawan kantor gereja.

2. Doakan kesejahteraan Kota Solo dan sekitarnya.

3. Doakan mereka yang sedang sakit dan berduka.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.