PERINTAH BARU
Bacaan: Yohanes 13: 34-35 (BIMK)
Perintah baru Kuberikan kepadamu: Kasihilah satu sama lain. Sama seperti Aku mengasihi kalian, begitu juga kalian harus saling mengasihi. Kalau kalian saling mengasihi, semua orang akan tahu bahwa kalian pengikut-pengikut-Ku."
Hidup saling mengasihi adalah sebuah keharusan, kebutuhan, dan identitas bagi setiap anak manusia. Namun, apakah arti dan makna dari hidup saling mengasihi? Hidup saling mengasihi justru terus dibuktikan dan diuji ketika dalam hidup kita mengalami hal-hal yang secara duniawi mencegah kita saling mengasihi. Mengapa bisa demikian? Jika kita baca konteks teks Injil Yohanes 10 sebelum ayat 34-35 kita akan membaca sebuah keterangan bahwa perkataan Yesus ini diucapkan tepat setelah Yudas pergi untuk melakukan apa yang telah direncanakannya yaitu menyerahkan Yesus kepada para tentara Romawi yg akan menyalibkan Yesus. Yesus mengatakan perintah untuk mengasihi,seketika IA sedang mengalami bahwa IA akan diserahkan oleh salah satu murid-Nya.
Seringkali dalam kehidupan kita, bukti pengujian yang nyata dari komitmen kita mentaati Allah datang dalam kondisi yang sebaliknya. Dengan perintah untuk saling mengasihi, kita justru sering diperhadapkan dengan kenyataan yang sebaliknya. Kenyataan bahwa pengkhianatan, kebencian, kemunafikan, kejahatan dan semua yang berkebalikan dari kasih itu sedang terjadi dalam hidup kita. Namun justru dengan itulah kita sungguh sedang Allah ajari apa arti kasih yang tidak mendendam, tidak membalas, tidak melakukan yang jahat bahkan terlebih diatas semua itu berproses terus untuk mengampuni dan menjadi terang kasih-Nya di tengah kegelapan. Yakinlah bahwa setiap kita selalu diberikan kemampuan untuk berjuang melakukan apa yang Yesus perintahkan.
Doa Pagi:
"Ya Allah jadikanlah aku pembawa kasih dan damaiMu..."