PERGUNAKANLAH KARUNIA YANG ADA PADAMU

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

1 Petrus 4:10-11

Karunia-karunia adalah pemberian Allah kepada manusia. Diberikan bukan karena pencapaian iman kita, tetapi karena anugerah Allah kepada umat-Nya; artinya bukan untuk kepentingan pribadi tetap kebutuhan seluruh umat. Dan kita percaya dan seharusnya meyakini bahwa setiap orang percaya (termasuk saudara dan saya) adalah orang-orang yang mendapatkan karunia-karunia seturut dengan pemberian Allah (jadi bukan sesuai keinginan kita) untuk kebutuhan umat dalam melakukan tugas gereja.

Tujuan dari karunia-karunia itu diberikan tidak lain adalah untuk kita melayani Tuhan dan melayani satu dengan yang lain. Bukan untuk merasa diri lebih besar imannya dari yang lain, yang mungkin punya karunia dalam pandangan manusia lebih sederhana atau seolah-olah hanya ”peran kecil” saja; sebab sesungguhnya ”besar” atau ”kecil” semuanya itu dikerjakan oleh Roh Allah yang satu.

Karena itu, tidak perlu kita iri dengan karunia yang dimiliki oleh orang lain ataupun merasa rendah diri karena karunia yang kita miliki, tetapi pergunakanlah karunia yang sudah dianugerahkan kepada kita itu dengan segenap hati kita. Ya ... lakukanlah hal-hal kecil sekalipun dengan cinta yang besar kepada Tuhan, maka karunia yang diberikan kepada kita itu akan membawa dampak yang besar bagi kemuliaan Nama Tuhan. Sebab kita telah dipercaya mengurus karunia-karunia yang Allah berikan untuk :

1. Melayani Tuhan baik secara pribadi maupun bersama-sama dengan orang percaya lainnya.

2. Dan untuk saling melayani dan saling memperlengkapi satu dengan yang lain.

Jika kita tidak mempergunakannya berarti kita menyia-nyiakan kesempatan untuk melayani Tuhan dan karunia itu menjadi sia-sia oleh karena kita. Tetapi oleh karena penebusan Kristus marilah kita pergunakanlah karunia yang Ada pada kita. Amin.


Pokok Doa :

1. Untuk ketukan hati nurani para pemimpin dunia, supaya menghentikan peperangan.

2. Untuk pemimpin bangsa Indonesia agar memiliki konsistensi dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.