PERGILAH DAN PERBUATLAH
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Sabtu, 2 Nov 2024
PERGILAH DAN PERBUATLAH
Lukas 10:25-37
Cinta itu akan teruji bukan pada keadaan yang mudah, namun justru pada saat yang sulit. Saat situasi masih dalam keadaan yang nyaman dan aman, cinta akan begitu mudah. Namun bagaimana jika situasi berbalik menjadi tegang dan sulit, apakah cinta itu akan tetap teguh berdiri?
Yesus memberikan pengajaran yang tegas mengenai cinta kasih kepada Tuhan dan sesama. Kita begitu mudah mengingat hukum kasih itu. Namun apakah hukum kasih itu sungguh teruji dalam kehidupan kita? Jika kita tempatkan diri kita di dalam kisah perumpamaan orang samaria yang murah hati itu, posisi mana yang sering kita ambil? Apakah kita berada di posisi seorang imam dan seorang lewi, dua orang yang tahu persis hukum kasih namun melewatkan sesamanya manusia yang terluka dan butuh pertolongan itu? Atau pada posisi orang samaria yang mau menolong?
Sayangnya, kebanyakan orang lebih sering memikirkan alasan apa yang nyaman dalam mengasihi orang lain. Akhirnya kasih itu menjadi makin bersyarat. Yesus memberikan teladan dalam seorang samaria, seorang asing yang sering dianggap kafir itu. Orang samaria itu turun menghampiri sesamanya yang terluka itu, membalut luka, membopong hingga menjamin perawatan sampai sembuh. Inilah cinta yang tanpa syarat dan murni teruji. Cinta kepada Allah yang teruji dalam cinta pada sesama manusia. Cinta yang perlu kita lakukan seperti apa yang Yesus katakan “pergilah dan perbuatlah demikian!”
Jika kita mencintai Allah dengan segenap hati, hal itu tidak akan bisa dilepaskan dari kasih kepada sesama dalam segala situasi
Pokok Doa
- perdamaian dunia
- stabilitas ekonomi dunia
- persiapan ibadah minggu
Pdt Daniel K Gunawan