PENYESALAN TUHAN

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Jumat, 28 November 2025

Bacaan: Kejadian 6:5-7


Penyesalan Tuhan


Setiap kita mungkin setidaknya pernah satu kali atau beberapa kali menyesal. Entah karena keputusan awal yang keliru, atau mungkin dikecewakan oleh pilihan kita sendiri. "Penyesalan selalu datang di akhir" menjelaskan bahwa memang yang namanya penyesalan bisa kita rasakan diakhir dari sebuah keputusan. Penyesalan juga bukan sesuatu hal yang menyenangkan. Kalau bisa memilih kita tentu akan memilih untuk tidak menyesal dengan pilihan kita. Sayang sekali, manusia tidak selalu bisa menentukan pilihan yang benar-benar sempurna sehingga tidak pernah menyesal. Lalu bagaimana dengan Tuhan? Bukankah Ia sempurna dan tidak bercacat dalam pilihan-Nya? Bukankah Ia Mahatahu?


Setelah manusia jatuh dalam dosa, semua berubah. Kisah penciptaan yang dilakukan sedemikian indah dan baik, kini rusak karena dosa. Manusia lebih memilih untuk memihak pada diri sendiri dibandingkan kepada Tuhan. Otoritas Tuhan sengaja diredam bahkan dihilangkan, sehingga diri sendirilah yang berkuasa. Tuhan menyediakan segala sesuatu di taman Eden, tetapi manusia memilih jalannya sendiri. Itulah akar dari dosa yang pada akhirnya merusak seluruh tatanan indah yang diciptakan Tuhan.


Memang benar bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan kehendak bebas. Dan kehendak bebas itu adalah salah satu bukti kasih Tuhan kepada manusia. Ia tidak mengekang manusia, tetapi tentu Ia berharap manusia dapat menggunakan kehendak bebasnya untuk menyadari siapa dirinya di hadapan Tuhan. Sayang sekali manusia lebih memilih menggunakan kehendak bebasnya untuk memenuhi hasrat pribadinya daripada memuliakan Tuhan.


Penyesalan Tuhan bukan karena merasa keliru dan terkejut atas tindakan manusia yang justru tidak sesuai harapan. Melainkan sebuah kepedihan yang dalam, karena manusia yang diciptakan-Nya justru berbalik menyakiti hati-Nya. Bukankah Tuhan Mahatahu? Betul sekali. Penyesalan yang digambarkan dalam kitab Kejadian, bukanlah penyesalan yang sama seperti manusia. Tuhan tidak terkejut atas tindakan dan pilihan kita. Tetapi tidak dapat dipungkiri, ketidaktaatan manusia menyakiti hati Tuhan.


Lalu jika Tuhan tahu manusia akan berdosa mengapa Ia tetap menciptakan manusia? Pertanyaan yang sering muncul ini berasal dari pemikiran manusia yang tidak ingin disalahkan, dan mengembalikan itu kepada Tuhan. Faktanya adalah Tuhan tidak menciptakan manusia untuk jatuh dalam dosa, dan Ia juga tidak menciptakan dosa. Tetapi kehendak bebas manusia lah yang melakukannya. Jadi, masalah besar yang sebenarnya adalah pada manusia berdosa!


Pada akhirnya, sekalipun Tuhan memusnahkan semua ciptaan dengan air bah, Ia tetap memiliki kasih karunia. Itulah anugerah yang sampai hari ini dapat membuat kita hidup. Tanpa kasih karunia Tuhan, kita binasa. Kasih karunia Tuhan juga seharusnya tidak membuat manusia merasa di atas awan. Kasih karunia atau anugerah Tuhan tidaklah membuat kita merasa layak dan pantas untuk dikasihi, melainkan justru semakin membuat kita sadar bahwa kita tidak layak. Dari ketidaklayakkan itulah kita dapat bersyukur dan kemudian bergantung penuh pada anugerah Tuhan. Kita dapat menyembah Tuhan dengan benar ketika kita sadar bahwa kita adalah manusia berdosa. Mari kita terus menyadari keberdosaan kita yang membuat Tuhan menyesal! Dan senantiasa bersandar hanya pada anugerah-Nya!


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan

2. Persiapan Adven dan rangkaian Natal

3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.