PENGHIBUR YANG DIUTUS
Yohanes 16:4-11
Seorang pelari estafet akan berlari secepat mungkin untuk mengantar tongkat estafet kepada pelari yang telah menunggunya. Tongkat estafet itu menjadi kunci kemenangan. Pelari terakhir harus terus membawa tongkat estafet yang tadi telah dibawa dan diberikan oleh pelari sebelumnya. Inti dari olahraga ini adalah bagaimana pelari-pelari itu mampu memberikan tongkat estafet kepada pelari yang lain untuk diteruskan dan di bawa hingga garis finish.
Demikian pula Yesus yang memberikan tongkat estafet itu kepada pribadi Allah yang lain yaitu, Roh Kudus. Yesus yang telah diutus oleh Allah Bapa untuk menjadi Juruselamat dunia telah menyelesaikan tugasnya. Kini Ia memberikan tugas berikutnya kepada Roh Kudus. Tetapi berbeda dengan pelari yang membawa tongkat estafet, Yesus dan Roh Kudus bukanlah pelari yang berbeda. Sebab Yesus dan Roh Kudus adalah sama-sama Allah. Sehingga dapat dikatakan bahwa Allah melanjutkan pekerjaan-Nya bagi manusia melalui pribadi yang lain.
Yesus berkata kepada para Murid bahwa adalah lebih baik jika Ia harus pergi kembali kepada sang Bapa, supaya Roh Kudus itu bisa diutus (ay. 7). Sebab Roh Kudus itulah yang akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (ay. 8). Yesus telah menyelesaikan tugas dari Sang Bapa untuk mati dan menebus dosa dunia, kini giliran Allah Roh Kudus yang akan menuntun manusia.
Selain itu kita bisa memperhatikan betapa Yesus sangat peduli kepada murid-murid-Nya. Yesus mengerti ketidakpahaman murid-murid tentang apa yang akan terjadi dan bahkan juga perasaan dukacita yang akan dialami oleh mereka (ay. 4,6). Yesus tahu Ia harus kembali kepada Bapa, tetapi Ia tidak meninggalkan murid-murid begitu saja. Maka dari itu, Roh Kuduslah yang kemudian diutus untuk menjadi penghibur bagi murid-murid. Kemudian kita dapat melihat bahwa Roh Kudus itu tidak hanya menghibur, namun juga memberikan kekuatan dan keberanian bagi para murid untuk memberitakan Injil. Hal ini menunjukkan bahwa rencana Allah penuh akan kasih karunia terhadap manusia.
Allah tidak meninggalkan umat-Nya. Ia peduli kepada setiap ornag yang percaya kepada-Nya. Roh Kudus yang diutus juga menjadi bukti penyertaan Allah yang tidak pernah berkesudahan di dalam hidup setiap kita. Maka dari itu, biarlah juga Roh Kudus yang sudah diutus oleh Allah, dan juga sebagai pribadi Allah sendiri itu yang boleh senantiasa mengingatkan kita akan kebenaran dan juga menjadi penghibur dalam penederitaan-penderitaan yang kita alami. Kira-Nya Roh Kudus Tuhan menghibur dan menguatkan setiap kita.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan ibadah Pentakosta
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen