PENGHARAPAN YANG PASTI
RENUNGAN HARIAN
BULAN KELUARGA
GKI COYUDAN SOLO
Selasa, 22 Oktober 2024
PENGHARAPAN YANG PASTI
Ibrani 6:13-20
”Pengharapan itu sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, dengan menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya, menurut aturan Melkisedek.” (ay.19-20)
Keluarga yang dikasihi Tuhan,
Masa pemilu atau pilkada menjadi masa yang penuh dengan harapan, karena di masa-masa itulah calon wakil rakyat yang duduk di DPR atau DPRD, dan juga calon Gubernur, atau Bupati atau Walikota mengumbar janji atau harapan.
Sayangnya, rakyat yang tidak jeli terhadap harapan-harapan yang disampaikan itu kadang tertipu, karena mereka hanya di-PHP, pemberi harapan palsu. Setelah jadi pejabat, lupa pada janjinya. Harapan pun tinggallah harapan yang tidak pernah terwujud.
Memang tidak mudah untuk mengenal orang yang menyampaikan janji atau harapan tersebut, apakah harapan itu benar-benar akan diwujudkan, atau hanya harapan kosong atau palsu. Tentu saja nyata dan tidaknya harapan juga tergantung dari orangnya, apakah orang tersebut bisa dipercaya atau tidak?
Kalau harapan dalam Pemilu atau Pilkada hanya berkaitan dengan program pembangunan yang diharapkan dapat lebih menyejahterakan rakyatnya. Jika tidak ditepati, maka periode berikutnya orang tersebut tidak perlu dipilih lagi. Tetapi jika menyangkut keselamatan dan kehidupan, apakah kita berani menaruh harapan pada janji yang kosong?
Melalui surat kepada orang Ibrani yang tadi kita dengarkan, firman Allah hendak mengingatkan orang-orang percaya agar tetap berpegang teguh pada pengharapan di dalam Yesus Kristus. Seperti Abraham saat belum mempunyai keturunan, ia percaya dan menaruh harapan kepada Allah, hingga akhirnya dia membuktikan sendiri bahwa harapan itu nyata.
Kepada Abraham, Allah sendiri bersumpah demi diri-Nya sendiri, ”Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.” (ay.14). Abraham menerima bukti janji dan harapan dari Allah tersebut, karena dalam kehidupan keluarganya, ia diberkati Allah berlimpah-limpah, dan walaupun usianya hampir seratus tahun, Abraham dikarunia anak, yaitu Ishak yang kemudian keturunannya menjadi bangsa yang besar, seperti janji Allah.
Terhadap janji keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus, firman Allah menyatakan agar kita sebagai orang percaya menaruh percaya dan harapan terhadap janji Allah tersebut. Kepastian akan penggenapan janji Allah itu makin teguh sebab Allah sendiri yang menjadi penjaminnya dan Yesus jaminannya.
Keselamatan di dalam Yesus Kristus sudah dijamin oleh Allah sehingga kita tidak perlu ragu lagi. Pengharapan itu sauh yang kuat dan aman, artinya kita bisa mempercayainya sepanjang hidup kita, dengan cara terus beriman dan bersaksi tentang Kristus, baik melalui kehidupan kita maupun melalui ucapan kita. Kiranya Roh Kudus terus menguatkan keluarga kita untuk terus percaya dan menaruh harapan kepada Yesus Kristus, Sang Firman yang hidup, yang memberikan keselamatan dan hidup kekal bagi kita semua. Amin.
Pokok Doa
1. Keluarga tetap rukun dan diberkati Tuhan.
2. Talkshow tentang Kesehatan Mental Keluarga hari Kamis (24/10).
3. Penyusunan PAP dari Badan Pelayanan Jemaat dan Majelis Jemaat.
Sujud Swastoko