PENGHARAPAN SAKSI KRISTUS

  •  Daniel Kristanto Gunawan
  •  

2 Korintus 4:16

“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.”

Paulo Coelho menceritakan tentang suatu kerajaan dimana seluruh warganya menjadi gila akibat racun yang dituang penyihir jahat di sumber air minum. Hanya keluarga kerajaan yang masih waras karena minum dari sumber air yang berbeda. Raja berupaya mengatur rakyatnya yang gila itu dengan menyusun berbagai kebijakan agar kerajaan itu stabil kembali. Namun sayang, para menteri yang ikut minum sumber mata air beracun itu sudah gila. Akibatnya segala kebijakan raja ditentang. Rakyat dan menteri yang gila mengepung kerajaan, menuntut agar Raja turun. Raja menyerah dan putus asa. Ratu kemudian mengajak Raja untuk minum dari air sumur itu, agar sama dengan rakyat. Raja dan ratu minum air sumur itu dan menjadi gila. Ketika rakyat  melihat Raja dan Ratu sama gilanya dengan mereka, rakyat kembali percaya bahwa raja kembali bijak. Maka kerajaan itu hidup dalam kegilaan yang kompak. 

Menjaga kewarasan sebagai saksi Kristus di tengah situasi yang gila memang sulitnya bukan main. Semua gila dengan nafsu dan ambisi, hingga orang lain ditindas dan dikorbankan. Semua gila dengan kebencian buta, asumsi dan stigma gila yang mendiskriminasi orang lain. Semakin gila lagi, saat orang orang baik mulai tumbang dan menyerah menjadi jahat. Rasul Paulus juga mengalami tekanan yang gila atas panggilannya sebagai pembawa injil. Musuhnya banyak dari kalangan otoritas Yahudi. Belum lagi dari kalangan sesama pengikut Kristus karena mungkin masih curiga Paulus masih orang lama yang punya agenda menghancurkan kekristenan. Tapi semua itu dihadapi Paulus dengan menjaga agar tidak tawar hati, tetap waras. Meski manusia lahiriah bisa merosot, namun batiniahnya tetap diperjuangkan kuat. 

Mengapa demikian? Sebab Paulus menaruh pada pengharapan kasih karunia Allah yang kekal. Arti kekal itu abadi. Kasih karunia yang abadi diberikan bagi setiap mereka yang setia sampai akhir. Itu yang menjadi kekuatan para saksi Kristus. Benih kebenaran yang terus ditaburkan, akan Tuhan tumbuhkan dalam kasih karuniaNya. Kapan? Bagaimana? Mengapa dunia belum jadi baik juga? Entahlah, hal itu menurut waktu dan kuasa yang ditentukan Allah. Tugas kita menabur, menyiram benih Injil di tengah dunia gila ini. Biarlah Allah menumbuhkanya segera. Amin.

 

(Pdt. Daniel K. Gunawan)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.