PENGHARAPAN AKAN PENGGENAPAN JANJI TUHAN
RENUNGAN WARTA
MINGGU 8 DESEMBER 2024
PENGHARAPAN AKAN PENGGENAPAN
JANJI TUHAN
(Lukas 3: 1-6 ; Filipi 1: 3-11)
Dalam bahasa pergaulan sehari-hari, sering kita
mendengar orang istilah PHP (Pemberi Harapan Palsu) yang disematkan pada
seseorang yang mudah menjanjikan sesuatu dengan kata-kata yang manis, tapi
ujung-ujungnya tidak ditepati. Apalagi kalau janji itu diucapkan oleh seorang
kekasih, ujung-ujungnya menjadikan pasangan menjadi patah hati, akibat dari
perilaku tidak konsisten yang mudah berjanji, mudah pula mengingkari.
Sebagai orang Kristen, kita mengenal dan memegang
janji Tuhan. Berbeda dari janji manusia, Tuhan telah menggenapi janji-Nya untuk
keselamatan manusia. Dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat Yohanes
Pembaptis yang berseru-seru di padang gurun, menyerukan pertobatan dan pembaptisan
diri agar memperoleh keselamatan yang datangnya dari Tuhan. Apa yang dilakukan
Yohanes menggenapi nubuat Nabi Yesaya (Yes.40:3-5), tentang suara yang
berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN,
luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!”
Janji keselamatan yang dari Tuhan selalu ”ya dan
amin”, menjadi perharapan bagi setiap orang percaya yang menantikan
kedatangan-Nya. Dalam hidup yang berpengharapan pada penggenapan janji
keselamatan Tuhan, di dalam iman kita menantikannya dengan tekun dan
bersukacita. Memang di dalam hidup kita di dunia yang tak sempurna ini,
seringkali menjumpai tantangan, godaan dan kondisi tidak ideal akibat
ketidaksempurnaan dunia yang telah jatuh ke dalam dosa. Dalam kesesakan dunia
ini, Tuhan selalu memberikan pertolongan dan kekuatan kepada orang-orang
percaya, untuk menjalani hidup yang beriman kepada-Nya.
Di masa Adven ini, kita diajak untuk mengimani
setiap janji Tuhan disertai hidup dalam kebenaran sebagaimana doa Rasul Paulus
ini : ” Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam
pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,
sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat
menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang
dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.” (Filipi
1:9-11).
(Pnt. Edhi Setiawan)