PENEGUHAN TUHAN DI MASA PENANTIAN

  •  Edhi Setiawan
  •  

 

1 Korintus 1:3-9 ; Markus 13:24-37

Puji Tuhan, hari ini kita memasuki Adven yang pertama.

Adven berasal dari kata Adventus, yang berarti kedatangan. Masa adven menandai kita memasuki tahun liturgi yang baru. Sebagai masa penantian, Adven mengajak kita untuk menyiapkan diri menyambut Natal, hari kelahiran Kristus, Juru Selamat kita. Adven juga memiliki makna eskatologis sebagai penantian akan kedatangan hari Tuhan.

Apa yang kita nantikan menentukan sikap kita dalam penantian itu. Sebuah penantian yang pasti, memberikan pengharapan yang kokoh bahwa penantian itu tidaklah sia-sia. Penantian yang tidak pasti, menimbulkan rasa was-was, cemas dan takut karena tidak tahu apakah yang dinantikan itu sesuai ekspektasi.

Gambaran akan hari Tuhan dinyatakan oleh Tuhan Yesus bahwa orang akan melihat Anak Manusia datang di dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Masa itulah yang dirindukan orang percaya, dinantikan dengan tekun sebagai pemenuhan janji Tuhan yang digenapi. Namun banyak orang lebih mencemaskan keadaan pada hari itu, di mana menjelang hari Tuhan diwarnai siksaan dan bencana, kehancuran dan kematian.  Padahal, bukankah penantian akan kedatangan Anak Manusia dalam kemuliaan-Nya adalah  sukacita orang percaya?

Memasuki masa Adven ini, kita diajak merenungkan kembali Firman Tuhan yang meneguhkan kita. Kesaksian tentang Kristus yang kita terima dalam pertobatan, adalah sebuah karya kasih  pengampunan dosa yang tak ternilai harganya. Sebagai orang percaya kita disertai dalam kasih penyertaan-Nya, yang menolong kita melalui pergumulan maupun sukacita kehidupan. Karena itu, di masa penantian ini kita ditolong, dipersiapkan untuk boleh layak di hadapan Kristus saat Dia datang. Biarlah di dalam iman, sukacita ini boleh menghapus segala kekuatiran kita.

Kita menghayati masa Adven ini untuk merenungkan dalam rasa syukur atas peneguhan Tuhan bagi orang percaya dalam menantikan kedatangan Tuhan. Marilah dalam ketekunan, kita terus berjaga-jaga dan berdoa. (Pnt. Edhi Setiawan)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.