PENDERITAAN MESIAS
Bacaan: Kisah Para Rasul 3:17-26
Mengapa "penderitaan"? Kata ini akan selalu memiliki konotasi negatif. Bahkan sangat sulit untuk memandang penderitaan sebagai satu hal yang positif. Lagipula tidak ada satu orang pun yang bahagia ketika mendapatkan penderitaan. Lalu, mengapa kata ini harus ada dan bahkan harus dilakukan oleh Sang Mesias? Apakah tidak ada jalan keselamatan yang lain selain melalui penderitaan jalan salib?
Setelah Petrus menyembuhkan seorang yang lumpuh sejak lahir (3:2), banyak orang yang datang karena heran melihat kuasa Petrus (3:11). Orang-orang itu mengira bahwa Petrus secara pribadi memiliki kuasa yang sangat besar. Tetapi Petrus menekankan bahwa kesembuhan itu terjadi karena iman percaya orang tersebut kepada Yesus (ay. 16).
Maka dari itu Petrus kemudian berkesempatan untuk kembali memperkenalkan siapa Yesus yang mereka salibkan itu. Petrus sadar bahwa orang-orang Israel itu menyalibkan Yesus dengan ketidaktahuan mereka tentang keMesiasan Yesus (17). Namun dengan ketidaktahuan tersebut justru jalan yang dihadapi Yesus telah menggenapkan nubuatan-nubuatan para nabi yang terdahulu. Oleh sebab itu Petrus mengingatkan setiap orang Israel itu untuk bertobat.
Melalui penderitaan Yesus, dosa dihapuskan. Penderitaan juga adalah sebuah penggenapan nubuat. Tanpa penderitaan tidak ada keselamatan. Tanpa penderitaan tidak ada kebangkitan. Manusia pun tidak akan turut dibangkitkan tanpa ada penderitaan Sang Mesias. Juruselamat itu harus menderita dan mati untuk dapat menyelamatkan manusia dari hukuman dosa; dan juga kemudian bangkit agar mengalahkan maut dan turut membangkitkan manusia pada akhir zaman.
Lebih dari semua itu, penderitaan sang Mesias bukanlah permintaan dari manusia yang berdosa. Melainkan inisiatif dari Allah sendiri yang mengutus Anak-Nya untuk menjadi pendamaian dosa dunia. Penderitaan adalah sebuah pengorbanan yang Allah lakukan agar manusia beroleh keselamatan dan memperoleh hidup kekal bersama dengan Dia. Maka dari itu marilah kita juga sungguh-sungguh menyadari kasih-Nya yang begitu besar itu, bertobat dari dosa-dosa kita dan kembali kepada-Nya.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi remaja dan pemuda GKI Coyudan
2. Pemerintahan yang baru dalam mempersiapkan diri untuk memimpin bangsa Indonesia
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen