PEMULIHAN DAN KEDAMAIAN
MIKHA 4:1-5
Mikha 1 mengisahkan tentang ratapan dan keprihatinan nabi Mikha atas apa yang akan terjadi pada Yehuda dan Yerusalem. Mikha benar-benar berkabung.
"Karena itulah aku hendak meratap dan meraung, hendak berjalan dengan bertelanjang kaki dan bertelanjang dada. Aku hendak melolong seperti serigala dan meraung seperti burung unta, sebab lukanya tidak dapat sembuh, sudah sampai ke Yehuda, sudah mencapai pintu gerbang bangsaku, bahkan ke Yerusalem!" (Mikha 1:8-9).
Ungkapan kesedihan yang sangat mendalam, duka yang amat sangat.
Terjadi ketidaktaatan, ketidaksetiaan umat kepada Allah. Kesalahan demi kesalahan, kejahatan demi kejahatan dilakukan.
Allah penuh dengan kasih kepada umatNya, tetapi umatNya tidak merespon kasih Allah demi benar.
Tetapi Allah adalah kasih, Allah tetap mengasihi umatNya.
Mikha 4:1-5 adalah janji pemulihan bagi umat Allah. Umat Tuhan yang dipulihkan akan hidup dalam damai.
Kapan itu terjadi?
"Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan memutuskan perkara bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh. Mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas, bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang melawan bangsa lain, dan mereka tidak akan lagi belajar perang" ( Mikha 4:3). Kehidupan yang menjadi impian banyak orang, hidup dalam damai sejahtera, tidak ada peperangan dan kekerasan. Jika Allah yang menjadi hakim, maka Ia akan mengadili dengan benar dan adil. Jika Allah yang menjadi hakim, maka umat tak perlu untuk berharap kepada yang lain, tak perlu mencari yang lain, hanya Allah hakim yang adil dan benar, tak ada yang seperti Allah.
Dan umat akan hidup dalam komitmen yang baru.
" Sekalipun segala bangsa masing-masing demi nama ilahnya, kita akan berjalan demi nama Tuhan Allah kita untuk seterusnya dan selama-lamanya."(Mikha 4:5).
Umat yang mengalami dan merasakan kepemimpinan Allah yang adil dan benar, yang membuat hidup dalam damai dan sejahtera, akan memilih untuk tetap setia dan taat kepada Allah. Tidak peduli semua orang memilih ilahnya masing-masing, tetapi umat Allah tetap dalam iman kepada Allah penuh ketaatan dan kesetiaan. Bukan hanya untuk sesaat, bukan untuk beberapa waktu saja, tetapi untuk seterusnya dan selamanya.
Biarlah di minggu-minggu Adven ini, kita mengalami pemulihan dari Allah, hingga kita hidup dalam damai, bukan dalam permusuhan dan kekerasan. Hidup damai dengan Allah dan hidup damai dengan sesama.
Biarlah kita berkomitmen untuk tetap setia kepada Allah, tetap didalam Allah untuk seterusnya dan selamanya, karena tidak ada yang seperti Allah.
Tuhan Yesus memberkati ????????
Pokok Doa:
1. Masa penghayatan minggu Adven
2. Bangsa dan negara
3. Panitia Natal
4. Jemaat yang sakit, berduka,dan pergumulan-pergumulan hidup lainnya
Maria Sampyuh