PEMENANG SEJATI
LUKAS 6:27-31
Seseorang memberikan kesaksian dirinya suka bertengkar dengan isterinya. Setiap kali bertengkar, dirinya pasti yang paling banyak bicara, dan semakin lama nadanya pasti semakin tinggi,sampai-sampai isterinya tidak lagi bisa bicara. Dan jika sudah begitu, maka dia akan merasa menjadi pemenangnya, dia bangga karena bisa mengalahkan isterinya dan membuat isterinya tidak bisa bicara lagi.
Tetapi pada suatu saat, ketika pertengkaran kembali terjadi, dan seperti biasa dia berhasil membuat isterinya terdiam, tetapi saat itu justru dia menangis dan kemudian berkata kepada isterinya supaya isterinya mendoakannya supaya diberi hati yang lembut, dia juga meminta maaf kepada isterinya sudah membuat isterinya terluka. Dan saat itu sang isteri mendoakannya dan memaafkannya dan mereka berkata bahwa mereka berdua adalah pemenang sejati, karena mereka berhasil mengalahkan diri sendiri dan melakukan kebaikan satu sama lain.
Pemenang adalah seseorang yang berhasil mengalahkan atau menyingkirkan musuh. Tetapi kita membaca dari Injil Lukas ini, Tuhan Yesus mengajarkan supaya murid-muridNya tidak menyingkirkan musuhnya, tetapi melakukan kebaikan kepada orang yang memusuhinya. Yang biasa didengar adalah:" nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi ". Tetapi Tuhan Yesus mengajarkan hukum yang baru kepada murid-muridNya. Kepada orang yang membenci, memusuhi, yang melakukan kejahatan, tidak melakukan kejahatan yang sama, tidak membalas dendam atau ada keinginan untuk menyingkirkan, tetapi mengalahkan dengan kebaikan-kebaikan.
Pada ayat 31 dikatakan:"Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka."
Anak-anak Tuhan lebih dulu bertindak untuk orang lain, berbuat segala sesuatu yang baik dan benar untuk sesama.
Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan tidak akan selesai, tidak akan habis. Mungkin orang bisa berfikir bahwa adalah kemenangan ketika bisa membalas dendam, menang ketika sudah berhasil membuat orang lain yang memusuhi jadi tersingkir, jatuh, hancur. Tetapi sesungguhnya itu bukan kemenangan, tetapi kekalahan. Kemenangan adalah ketika murid Tuhan melakukan apa yang Tuhan ingin lakukan, sehingga dengan demikian orang tahu bahwa kita adalah muridNya.
Kiranya kita menjadi pemenang-pemenang yang sejati hari ini.
Kalahkanlah kejahatan dengan segala kebaikan, lakukan segala sesuatu yang benar sehingga orang memuliakan Bapa ????????
Pokok Doa:
1. Persiapan ibadah Minggu
2. Gereja dalam menjalankan Misi Allah
3. Bangsa & negara
Maria S