PEKERJAAN ROH KUDUS
Renungan Harian GKI Coyudan
Senin, 1 Juni 2026
Bacaan: 1Korintus 12:1-3
Pekerjaan Roh Kudus
Seminggu yang lalu kita memperingati hari turun-Nya Roh Kudus. Roh Kudus yang turun dalam bentuk lidah-lidah api itu memberikan keberanian pada murid-murid dan memampukan mereka untuk menjadi saksi. Selain itu Roh Kudus yang turun itu menjadi sebuah pemenuhan janji Yesus kepada murid-murid-Nya, sekaligus menjadi tanda penyertaan paling nyata dari Yesus kepada murid-murid. Lalu bagaimana dengan kita yang hidup saat ini? Apakah pekerjaan Roh Kudus selalu sama seperti yang dilakukan-Nya kepada murid-murid? Atau bisa dalam bentuk yang lain?
Dalam perikop yang kita baca, jemaat Korintus mengalami sebuah perpecahan yang berasal dari dalam. Semua orang saling meninggikan karunia masing-masing. Maka dari itu Rasul Paulus menjelaskan tentang pekerjaan Roh Kudus, khususnya tentang karunia Roh Kudus. Karunia Roh Kudus seperti sebutannya, adalah pemberian Roh Kudus. Kesadaran itulah yang perlu dimiliki oleh jemaat Korintus. Tetapi sayang sekali kesadaran itu tidak dimiliki oleh jemaat sehingga mereka merasa cukup layak mendapatkan karunia-karunia tersebut, dan kemudian membuat mereka meninggikan diri dan merendahkan yang lain.
Rasul Paulus membuka penjelasannya dengan menyatakan apa pekerjaan Roh Kudus. Hal ini dilakukannya karena ia sedang fokus untuk membereskan masalah yang terjadi tersebut. Ia ingin setiap jemaat menyadari bahwa semua yang dimiliki adalah pemberian dari Roh Kudus dan bukan usaha manusia belaka. Terlebih lagi pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya adalah membuat orang tersebut percaya kepada Yesus, bukan justru menghujat. Jemaat Korintus yang terpecah ini menunjukkan adanya sebuah perselisihan dan memecahkan kesatuan tubuh Kristus. Maka dari itu Rasul Paulus juga kemudian membahas tentang tubuh Kristus dalam perikop setelahnya.
Sekali lagi Paulus menekankan bahwa ketika seorang percaya kepada Yesus itu adalah pekerjaan Roh Kudus. Maka pekerjaan Roh Kudus tidak lagi hanya menunjukkan mukjizat atau kejadian yang heboh dan besar atau bahkan menonjolkan karunia-karunia. Ini adalah kesadaran yang sangat penting, supaya tidak ada yang meninggikan diri terhadap karunianya pribadi. Kita pun juga perlu menyadari hal ini, yaitu bahwa rasa percaya kita kepada Tuhan adalah pekerjaan Roh Kudus sendiri.
Itulah pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Bukan hanya tentang karunia-karunia, tetapi yang terutama adalah rasa percaya kita kepada Tuhan. Kita tidak perlu menonjolkan karunia-karunia kita masing-masing dan kemudian merendahkan yang lain. Biarlah kita menyadari setiap karunia adalah pemberian dari Tuhan sendiri, dan kita pakai untuk kemuliaan Tuhan dan membangun sesama. Demikian pula kita tetap menjaga kesatuan tubuh Kristus dengan sesama kita.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan bulan Misi
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen