KARUNIA UNTUK MELAYANI DENGAN RENDAH HATI
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Selasa, 2 Juni 2026
KARUNIA UNTUK MELAYANI DENGAN RENDAH HATI
1 Korintus 12:4-7
“Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.”
Beberapa hari yang lalu, sebuah tim sepak bola bernama PSG (Paris Saint-Germain) berhasil menjuarai Liga Champions 2026. Di balik keberhasilan itu, ada kiper, pemain belakang, pemain tengah, penyerang, dan pemain pengganti yang melakukan bagiannya dengan baik. Mereka memiliki peran yang berbeda, tetapi semua bekerja untuk tujuan yang sama. Justru karena setiap pemain menjalankan perannya masing-masing, tim dapat bermain sebagai satu kesatuan.
Paulus mengingatkan bahwa kehidupan jemaat juga demikian. Ada berbagai karunia dan pelayanan, dan berbagai cara Allah bekerja dalam diri umat-Nya. Namun semuanya berasal dari Allah yang sama (Ay. 4-6). Karena itu, karunia bukanlah prestasi yang membuat seseorang lebih hebat daripada yang lain, melainkan anugerah yang dipercayakan Allah. Kesadaran ini menolong kita untuk melayani dengan rendah hati: tidak meninggikan diri karena karunia yang dimiliki, tetapi juga tidak meremehkan diri karena karunia yang berbeda dari orang lain. Pada saat yang sama, Allah memberikan karunia agar setiap orang dapat mengambil bagian dalam pelayanan sesuai panggilannya masing-masing.
Kemudian, Paulus menegaskan bahwa penyataan Roh diberikan kepada tiap-tiap orang untuk kepentingan bersama (ay. 7). Ini berarti, karunia tidak diberikan hanya untuk diri sendiri. Karunia selalu berorientasi keluar, kepada siapa pun dan di mana pun (keluarga, gereja, dan masyarakat). Karena itu, mari renungkan: karunia apa yang telah Tuhan percayakan kepada saya, dan bagaimana saya dapat memakainya untuk memberkati sesama?
Pokok Doa:
- Anak-cucu dalam masa tumbuh-kembangnya
- Relasi anak dalam keluarga dan masyarakat
Yohana Jessica