PEKA MENILAI DUNIA
Renungan Harian GKI Coyudan
Sabtu, 22 Februari 2025
Bacaan: Lukas 12:54-59
Peka Menilai Dunia
Melakukan sebuah penilaian tentu perlu standar yang jelas. Supaya penilaian dapat terarah dan tidak subjektif. Demikian juga ketika kita menilai dunia, kita perlu standar yang jelas. Namun sebagai orang percaya apakah cukup kita hanya menilai dunia dengan standar moral biasa? Atau lebih daripada itu?
Tuhan Yesus dalam perikop yang kita baca sedang memperingatkan orang banyak untuk pandai menilai zaman. Tentu bukan tanpa maksud Yesus memperingatkannya. Lalu untuk apa? Yesus bahkan memulai dengan menegur orang banyak yang tahu kapan hari akan hujan dan kapan hari akan panas (ay. 54-56). Seolah-olah orang banyak itu tahu pasti semua yang terjadi dengan melihat kondisi langit dan awan pada hari itu.
Di sini teguran Yesus adalah untuk membuka mata orang banyak lebih lebar lagi dan menilai kondisi zaman. Yesus memberikan sebuah penggambaran tentang seorang yang berjalan dengan lawannya, dan seolah-olah tidak menyadari apa yang akan terjadi padanya, sehingga ia pasrah untuk masuk penjara dan tidak akan bisa keluar sampai lunas hutang-hutangnya (ay. 58-59). Artinya bahwa terkadang kita justru tidak menyadari kondisi ketika kita hendak mengalami petaka atau kejadian yang buruk. Dan kejadian buruk apakah yang Yesus maksudkan di sini?
Kalau kita perhatikan perikop selanjutnya dalam perikop pertama di pasal 13, Yesus membahas tentang pertobatan dari dosa-dosa. Bahkan Yesus menegur orang banyak yang masih keliru menilai bahwa ada dosa kecil dan besar (13:2,4). Jadi bisa dikatakan bahwa yang Yesus maksudkan tentang kejadian buruk itu adalah akibat dari dosa. Sehingga menilai zaman di sini adalah menilai kondisi dunia yang akan mendesak dan mendorong kita untuk masuk lebih jauh ke dalam dosa.
Dan bagaimana kita dapat menilai zaman? Apakah cukup dengan standar moral yang ada? Kita perlu mengakui bahwa standar moral biasa juga adalah berasal dari dunia dan telah dipertimbangkan oleh sudut pandang dunia. Maka dari itu Yesus menegur orang banyak itu dengan berkata "mengapa engkau tidak memutuskan sendiri apa yang benar? (ay. 57)" Dengan demikian yang kita perlukan saat ini bukanlah standar moral biasa melainkan standar yang lebih tinggi daripada itu, yaitu standar kehendak Tuhan.
Marilah kita belajar untuk menilai zaman. Dunia semakin semau-maunya sendiri. Semakin hari semakin banyak orang yang ingin menentukan apa yang baik menurut diri sendiri, membangun standar moral dari diri sendiri. Bahkan banyak orang yang dengan sadar menjadi allah bagi dirinya sendiri. Berhati-hatilah supaya kita tidak jatuh dan menjadi salah satu dari orang-orang yang demikian. Pakailah standar Tuhan, kehendak Tuhan, dan Alkitab. Teruslah perlengkapi diri kita dengan Firman Tuhan agar kita dapat sungguh-sungguh peka menilai dunia ini.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Rangkaian kegiatan dan kebaktian Paskah
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen