ORANG-ORANG KUDUS
Renungan Harian GKI Coyudan
Selasa, 21 Januari 2025
Bacaan: 1 Korintus 1:1-3
===================
ORANG-ORANG KUDUS
Mendengar istilah "orang kudus" membuat kita memikirkan para tokoh yang digelari dalam pelayanan gereja, atau setidaknya seseorang yang sangat baik dan murah hati sepanjang hidupnya. Tak mungkin kita memberi gelar tersebut pada orang-orang yang keras kepala dan sombong, penuh iri hati dan perselisihan, suka menghakimi, bahkan saling menuntut dalam pengadilan, bukan? Apalagi jika mereka tak punya moral dan memanfaatkan jabatan untuk memperlancar praktik-praktik rohani untuk kepentingan sendiri. Seperti itulah kondisi jemaat di Korintus, namun Paulus menyebut mereka "orang-orang kudus".
Apa gerangan yang Paulus maksudkan? Kata Yunani untuk "orang kudus" adalah hagios, yang secara harfiah bisa diartikan sebagai "orang yang dipisahkan atau dikhususkan". Dipisahkan untuk siapa? Tentunya untuk Tuhan. Tiap orang yang telah menerima keselamatan dalam Yesus Kristus, telah dipisahkan sebagai milik kepunyaan-Nya. Makna kata ini tidak merujuk pada karakter dan prilaku seseorang, tetapi status keberadaannya di hadapan Tuhan. Kekudusan tidak diperoleh oleh perbuatan-perbuatan manusia, melainkan oleh karya Tuhan sendiri. Setelah mengawali suratnya dengan sebutan "orang kudus", Paulus kemudian mendorong jemaat Korintus untuk bersikap sesuai dengan statusnya yang baru itu.
Sebagai orang-orang tebusan Kristus, kita memiliki status yang sama dengan jemaat Korintus. Kita telah dipisahkan untuk Tuhan dan diberi tanggung jawab untuk hidup sesuai status tersebut. Adakah tutur perilaku kita yang perlu diubah agar kehidupan kita sesuai dengan status kita sebagai orang-orang kudus? Tuhan mau agar kita menjadi kudus dalam tutur dan tindakan kita. Amin..
Pokok Doa:
==========
1. Penatalayanan GKI Coyudan.
2. Jemaat yang berduka.
3. Jemaat yang sakit dan pemulihan.
Johanis Melsasail