NUBUAT PENGAHARAPAN
Bacaan: Yesaya 63:15-19
Nubuat Pengharapan
Terkadang disaat kita sudah benar-benar putus asa barulah kita dapat melihat pengharapan. Disaat kita merasa masih mampu untuk mengerjakan ini dan itu, pengharapan itu tidak terlihat bahkan dengan sengaja tidak kita perlukan. Lalu bagaimana jika sebelum kita tahu akan ada masalah yang menerpa kita, tetapi kita dapat melihat pengharapan yang tersedia lebih dulu? Inilah nubuat pengharapan Nabi Yesaya.
Nabi Yesaya adalah seorang nabi yang hidup di jaman sebelum kejatuhan bangsa Israel di tangan bangsa Babel. Tetapi, Yesaya hidup di jaman kejatuhan moral bangsa Israel. Yesaya dipanggil untuk melayani bangsa Israel yang sudah bobrok, rusak, dan menjijikan bagi Tuhan (Yesaya 1:11-15). Yesaya dipanggil untuk memperingatkan bangsa Israel akan hukuman Tuhan yang akan dijatuhkan kepada bangsa Israel karena telah berbuat jahat di hadapan Tuhan. Sekalipun demikian, nabi Yesaya tidak dipanggil untuk mempertobatkan bangsa Israel melainkan untuk menunjukkan masa depan atau nubuatan-nubuatan yang akan Tuhan kerjakan pada bangsa Israel melalui "pembersihan" generasi yang jahat (Yesaya 6: 9-13).
Dalam perikop yang kita baca nabi Yesaya sedang menubuatkan tentang sebuah pengharapan ketika bangsa Israel berada dalam pembuangan ke Babel. Jadi dalam kitab nabi Yesaya, tidak hanya berisi tentang penghukuman melainkan juga pengharapan yang akan Tuhan kerjakan bagi bangsa Israel. Sehingga kita dapat melihat bagaimana pengharapan itu masih tetap ada. Sekalipun dalam penulisan perikop yang kita baca terkesan seperti permohonan dan bukan pengharapan, tetapi konteks nubuatan Yesaya membuat permohonan ini menjadi sebuah pengharapan bagi bangsa Israel.
Tuhan tidak meninggalkan bangsa Israel sekalipun Ia akan "membersihkan" generasi yang jahat. Bahkan Tuhan akan tetap mendengarkan seruan permohonan bangsa Israel untuk mengalahkan musuh-musuh mereka (ay. 15). Tuhan akan tetap mengasihi bangsa Israel karena Dia lah Bapa bagi bangsa Israel (ay. 16). Tuhan akan tetap mendengarkan keluh kesah bangsa Israel (ay. 17-19), maka sekalipun dalam pembuangan bangsa Israel masih dapat tetap memohon dan berharap kepada Tuhan. Itulah pengaharapan bagi bangsa Israel, sekalipun waktu dinubuatkan oleh nabi Yesaya, bangsa Israel belum dibuang ke Babel.
Kita dapat melihat bagaimana Tuhan tetap ada bagi umat-Nya. Pengharapan hanya datang dari Tuhan. Bahkan sebelum kita menemui dan berhadapan dengan masalah-masalah hidup kita, pengharapan itu telah lebih dulu tersedia bagi kita. Maukah kita berharap kepada Tuhan senantiasa? Maukah kita sepenuhnya berserah dan berharap kepada Tuhan bahkan sebelum kita menghadapi segala masalah yang akan terjadi dalam hidup kita? Serahkan segalanya kepada Tuhan, juga masa depan kita. Karena hanya Tuhan lah Sang Harapan Sejati baik kini maupun nanti.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan Remaja-Pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan HUT GKI Coyudan ke 75
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen