NIAT BAIK
Kisah Para Rasul 7:20-29
Ani meletakkan panci mainannya di lantai, ia terkejut dengan bunyi pecah piring yang ada di dapur. Segera ia melihat apa yang terjadi di sana. Sang Ibu ternyata tak sengaja menyenggol piring saat sedang memasak. Ani segera berlari dan mengambil pecahan kaca itu dengan tangannya. Sontak, Sang Ibu membentak Ani karena kuatir tangan anaknya itu terluka. Namun apa yang terjadi? Ani menangis dan merasa niat baiknya tidak diterima oleh ibunya. Sang ibu kemudian dengan lembut segera memeluk Ani dan menjelaskan bahwa ia mengerti niat baiknya, namun caranya salah.
Musa merasa gelisah melihat bangsanya tertindas oleh Mesir. Suatu ketika ia melihat dua orang sesama bangsa Israel bertengkar. Musa berusaha melerai, namun ditolak oleh dua orang itu. Salah satu dari mereka mengungkit kasus pembunuhan kepada orang Mesir yang Musa lakukan diam-diam. Niat Musa membela bangsanya dilakukan dengan cara yang salah. Musa takut dan lari ke tanah Midian. Kisah Musa tidak berhenti di situ, Allah memanggil Musa kembali dan menuntunnya menjadi penolong Israel. Kali ini, Allah menolong Musa melakukan niat baik bagi bangsanya dengan cara yang benar.
Mungkin niat baik kita pernah ditolak oleh orang lain. Hal itu menyakitkan atau bisa jadi membuat kita enggan berbuat baik lagi. Tunggu dulu, barangkali yang ditolak bukanlah niat baik kita, melainkan cara kita yang kurang tepat. Jangan menyerah untuk terus berbuat baik. Mintalah hikmat dari Tuhan agar kita diarahkan untuk menolong dengan cara yang benar.
Doa pribadi:
1. Hikmat bagi pemimpin bangsa Indonesia
2. perdamaian dunia
Pdt.Daniel K. Gunawan