MENYUARAKAN KEBENARAN
(Mazmur 119: 33-40)
Kebanyakan orang ketika ditanya tentang salah satu hal yang dibenci, rata-rata memberikan jawaban: ”Dibohongi”. Dan tentu tidak ada seorangpun dari kita suka dibohongi, sehingga tidak ada yang aneh dengan jawaban tersebut.
Yang menjadi aneh adalah:
- ketika seseorang benci dibohongi, namun suka berbohong;
- ketika seseorang lebih suka mendengarkan kebohongan yang tampaknya melegakan hati daripada kebenaran yang terasa menyakitkan hati;
- ketika seseorang lebih merasa takut untuk berkata benar daripada untuk berbohong; dsb
Ada apa sebenarnya dengan kebenaran? Mengapa itu menjadi hal yang semakin susah untuk dilakukan?
Dalam bacaan hari ini, pemazmur menyampaikan isi hatinya yang begitu menyukai firman Tuhan. Firman Tuhan yang menjadi dasar kebenaran yang dia pegang, dia mengerti, dia pelihara dan dia hidupi dalam kehidupannya. Kebenaran yang menuntun hidupnya, yang menegurnya ketika melenceng dan bersalah, yang menguatkan hatinya, dan yang senantiasa meneguhkan langkahnya.
Sikap hati yang begitu menyukai firman Tuhan inilah yang sangat penting untuk kita teladani, sehingga apa yang kita isikan dalam hidup kita adalah tentang kebenaran dan bukan sebaliknya. Dan jika hati kita dipenuhi oleh kebenaran, bagaimana mungkin kita sanggup mengingkarinya? Bagaimana berani untuk berbohong? Bagaimana kuat kita berdiam diri dan menutup mulut ketika ada kebenaran yang harus disuarakan?
Tidak peduli seberapapun tantangan yang ada, mari tetap memilih untuk berpegang pada kebenaran Firman Tuhan, menyukai, serta menghidupinya melalui kata dan karya kita. Roh Kudus memampukan.
(Pnt. Novita Andriani)