MENYESAL, TAPI.....

  •  Maria Sampyuh
  •  

1 SAMUEL 15:10-30

Kata Saul,"Aku telah berdosa, tetapi tunjukkanlah hormatmu kepadaku sekarang di hadapan tua-tua bangsaku dan orang Israel. Kembalilah bersamaku,supaya aku dapat menyembah Tuhan, Allahmu" ( 1 Samuel 15:30 ). 

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Ada beberapa  reaksi orang ketika melakukan kesalahan : 
1. Ada yang biasa saja, karena berfikir bahwa banyak orang juga melakukan kesalahan yang sama, bukan satu-satunya orang
2. Menyalahkan orang lain atas kesalahan yang sudah dilakukan 
3. Putus asa dan memilih untuk mengakhiri hidup karena merasa gagal dan merasa bersalah
4. Ada yang berpura-pura bertobat sehingga didepan manusia nampak baik dan sudah berubah
5. Ada yang dengan sepenuh hati menyesali apa yang sudah dilakukan, dan bersungguh-sungguh bertobat.

Saul melakukan dosa pemberontakan kepada Allah, dengan tidak taat kepada perintah Allah kepadanya. Tuhan memerintahkan kepadanya untuk berperang melawan bangsa Amalek dan menumpas habis baik orangnya, maupun juga seluruh harta benda yang ada disana. Saul pergi berperang melawan bangsa Amalek, tetapi tidak menumpas seluruhnya, raja Amalek dibiarkan hidup serta ada barang-barang jarahan, dan binatang yang tidak dimusnahkan. 
Allah melalui Samuel, menegur Saul atas ketidaktaatannya. 
Tetapi kalau kita memperhatikan dalam bacaan kita, bagaimana Saul meresponinya? 
1. Ayat 15: Saul beralasan bahwa itu akan dipersembahkan kepada Tuhan
2. Ayat 21: Saul mencari kambing hitam,dengan mengatakan rakyat yang mengambil jarahan 
3. Ayat 24: Saul berkata, " aku sudah berdosa", tetapi itu terjadi karena takut kepada rakyat
4. Ayat 30: Saul sekali lagi berkata:"aku sudah berdosa, tetapi tunjukkanlah hormatmu kepadaku sekarang dihadapan tua-tua bangsaku dan orang Israel"

Saul berkata menyesal, berdosa, tetapi dari beberapa catatan itu, bisa dilihat penyesalan seperti apa yang dilakukan Saul. 

Belajar dari hal ini, maka menjadi sebuah perenungan bagi setiap orang, bagaimana selama ini ketika melakukan kesalahan atau dosa. 
Apakah penyesalan yang disertai pertobatan, atau penyesalan yang hanya supaya tetap terlihat baik dan dihormati orang lain? 
Tidak ada orang yang tidak pernah berdosa dan tidak bersalah, tetapi yang harus dilakukan adalah penyesalan dengan sepenuh hati, penyesalan dengan pertobatan. 
Tuhan kiranya memampukan kita ????????

Pokok Doa: 
1. Jemaat yang sakit
2. Jemaat yang berduka
3. Bangsa dan negara 

Maria S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.