MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan Solo

Senin, 19 Agustus 2024


Yohanes 4:21-26

Menyembah Dalam Roh dan Kebenaran


Menyembah dalam roh dan kebenaran. Kedua hal inilah penyembahan yang dikatakan berkenan bagi Tuhan ! Kenapa ? Karena orang seringkali menganggap Tuhan hanya berada di sebuah tempat saja dan untuk menyembah Tuhan orang memerlukan ritual-ritual keagamaan yang penuh dengan peraturan. 


Memang memiliki sebuah tempat yang dikhusus untuk kita beribadah seperti gedung gereja atau ruang doa memang tidaklah salah, dan itu juga menjadi penting bagi kita untuk memaknai diri kita sedang ”mengkhususkan diri” bagi Tuhan. Tetapi jangan sampai kemudian kehidupan iman kita hanya berhenti di tempat-tempat ibadah, seolah Tuhan hanya ada di sana, terpenjara !


Itulah yang menjadi pikiran orang Samaria maupun orang Yahudi, mereka merasa bahwa beribadah itu hanya bisa dilakukan di Bait Allah atau tempat yang mereka sebut sebagai tempat ibadah (gunung dan tempat tinggi lainnya yang dipercaya sebagai tempat kehadiran Tuhan). Sayangnya kehidupan sehari-hari mereka tidaklah sesuai dengan kehendak Tuhan, bahkan jauh dari perintah Allah.


Padahal sesungguhnya ibadah yang sejati justru di luar tempat ibadah (gedung gereja), di luar ruangan doa kita, tetapi keseharian kita yang berkenan hidup di dalam Tuhan untuk menyatakan kehadiran Allah di tengah dunia di mana kita beraktivitas setiap harinya. Ibadah yang sejati justru menyatakan kepedulian, perhatian dan tindakan nyata kita menghibur, menguatkan dan menolong mereka yang terasing, tersingkirkan, menderita dan dalam pergumulan.


Karena itu, menyembah dalam roh dan kebenaran berarti bahwa penyembahan kita sebagai umat Tuhan tidak lagi dibatasi oleh tempat maupun sekedar ritual keagamaan, melainkan bagaimana sikap hati kita setiap hari. Apakah kita melakukan segala sesuatu dalam hidup kita dengan hati yang tertuju pada kehendak Allah, sehingga kita melakukan apa yang benar ? ataukah kita masih hidup dengan hati yang tertuju pada keinginan daging kita, ambisi dan pikiran kita sendiri ?!


Selamat memaknai hidup dalam roh dan kebenaran sebagai ibadah yang sejati, yaitu menyatakan kasih, kepedulian, penghiburan dan pertolongan Tuhan bagi mereka yang menghadapi pergumulan keluarga, masalah ekonomi (kemiskinan), dalam sakit dan ketertindasan (terutama tertindas oleh kuasa dosa). Hadirlah dan nyatakanlah hadirat Tuhan dalam rohmu dan kebenaran firman-Nya yang ada di dalammu. Amin.


Pokok Doa :

1. Untuk pertumbuhan iman jemaat dalam persekutuan yang erat dan penuh kasih.

2. Untuk para pendeta, pengerja dan penatua serta staf dan karyawan gereja, agar terus peka terhadap kehendak Tuhan.


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.