MENYANGKAL DIRI DAN PEDULI
Renungan Harian GKI Coyudan Solo
Rabu, 16 Oktober 2024
Lukas 16:19-31
Menyangkal Diri dan Peduli
Catatan penting dari dari kisah tentang Lazarus dan orang kaya itu bukan pada persoalan seperti apa sorga dan seperti apa neraka, atau berapa jarak di antara sorga dan neraka dan apa yang ada di sana ! Tetapi yang menjadi garis utamanya adalah nasihat bagaimana seorang seharusnya menghidupi pertobatannya melalui kesaksian para nabi dan kesaksian Musa di dalam kitab Taurat dan kitab Perjanjian Lama; yaitu dengan mengasihi Tuhan melalui kepedulian kepada sesama.
Jangan seperti orang kaya berjubah ungu dalam kisah tadi ! Sekalipun mereka sebenarnya bisa menolong Lazarus dengan kekayaan mereka, tetapi mereka memilih untuk bersenang-senang tanpa mempedulikan penderitaan dan kebutuhan Lazarus yang kelaparan dan dalam sakit.
Pertobatan seseorang tidak ditentukan seberapa spektakuler menerima beritanya (ayat 31, ”... mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati”), tetapi bagaimana seorang dapat menerapkan kebenaran firman Tuhan yang di dengarnya menjadi tindakan-tindakan nyata sehari-hari.
Demikian kepada kita pun firman Tuhan mengingatkan untuk menghidupi pertobatan kita dengan :
1. Menyangkal diri – menjauhi sikap egosentris yang selalu mengutamakan dirinya; pendapatnya, keinginannya, kesenangannya, dll.
2. Menghidupi kasih Allah dalam tindakan peduli kepada sesama disetiap hari.
Melalui penyangkalan diri dan kepedulian kepada sesama kita sesungguhnya sedang menjalankan kebenaran firman Tuhan yang sudah diberitakan oleh para nabi, yaitu dengan percaya pada Tuhan Yesus dan hidup di dalam karya penebusan-Nya. Amin.
Pokok Doa :
1. Persekutuan tubuh Kristus (gereja) yang semakin akrab dan saling menolong.
2. Kesatuan hati Majelis Jemaat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan.
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi